Selasa, 22 November 2011

Berkat Kekuatan Do'a


Susah dan senang, sehat dan sakit, semuanya dipergilirkan olehNya. Dan sekitar satu minggu yang lalu, giiliranku sedang susah dan sakit pula.
Aku mengalami kecelakaan, yang membuat kepalaku terbentur aspal. Pas hari minggunya rasanya bener-bener ga karuan. Pusing, mual, muntah.
Ya ampuun tanda-tandanya seperti orang yang gegar otak. Rasanya takut banget kalo aku bener-bener terkena penyakit seperti itu ya Allah. Hasil rontgen belum bisa dibaca karena dokternya nggak ada. masih harus menunggu Senin.
Dari kasus yang sudah-sudah, biasanya orang yang jatuh dan kepalanya terbentur kan terjadi gumpalan darah atau berakibat terputusnya salah satu syaraf yang terhubung ke otak. Aku sangat sagat sangat sangat sangat takut.
Dan hari seninnya? Bener-bener keajaiban banget buat aku. Tak ada keluhan apapun. Rasanya seperti bangun tidur biasanya, bedanya cuma ada selang infus dan selang oksigen yang terpasang ditubuhku. Lahaulawaquwataillabillah, dan dari hasil rontgen dokter-pun mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa insya Allah, tulang luar kepala benjol sedikit. Ya Allah terimakasih sudah memberi kekuatan itu.
Senin sorenya aku meminta pulang saja, karena dirumah sakit juga cuma tidur dan makan. Dengan sedikit memaksa, walaupun dokter belum membolehkan.
Terimakasih untuk malaikat-malaikat yang sudah merawatku, menjengungku dan utamanya mendo’akanku. Berkat kekuatan doa dari mereka semua akhirnya sembuh insya Allah. Dan semoga tidak terjadi apa-apa di kemudian hari. Amiin 
Cerita belum selesai, karena akupun masih harus mengurus motor di kepolisian dan memperbaiki motor yang rusak.
Waktu itu perjanjian antara orangtuaku dan orang yang nabrak aku, dia yang ngurus motor dan 50% biaya rumah sakit ditanggung olehnya. Tapi tapi tapi kok hari berikutnya orangnya malah seperti tidak mau, padahal sudah tidak ada orang tua atau siapapun yang bisa ngebantu. Ya secara, aku dan teman- teman masih kecil, kalo harus beradu argumen dengan orang dewasa pasti kalah.
Alhamdulillah ada malaikat yang dikirimkanNya lagi, bapak polisi tetangga sebelahlah yang memintakan pertanggungjawaban dari orang itu dan mengurusnya. Malah Pak Yuli mau ngurusin Jasa Raharjaku, kalau benar-benar turun berarti aku bisa mengembalikan uang ornagtua yang digunakan untuk berobat. Dan biaya kerusakan motor bisa di ambil dari uang yang pengganti biaya berobat dari si penabrak tadi.
Alhamdulillah lagi ada Imam dan Kang Jilan yang membantu membengkelkan dan mencari sparepart yang rusak.
Subhanallah banyak sekali kemudahan di tengah-tengah kesusahan yang ada.
Dan ada perhatian, cinta, kasihsayang dan do’a yang tulus dari orang-orang tedekatku.
Semoga tidak terjadi apa-apa dikemudian harinya. Amiin <3

1 komentar:

meulak cabe moal jadi bonteng mengatakan...

subhanallah,waktu di rumah sakit pun masih menutup aurat.
allah maha mengetahui hati2 yang berharap pada-Nya.
tetap jaga terus,kelak kau akan merasakan keindahan pada waktunya.