Senin, 14 Oktober 2013

Our Love Story - Faisalliya

SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto, di sekolah ini dulu kita pertama kali ketemu. Tiba-tiba dia datang membawa harapan, hingga kami dekat satu sama lain. Ceritanya kalo pas jaman SMA itu ada yang namanya jadian, jadian itu kalo si cowok sudah menanyakan “would you to be my girl friend?” si cewek jawab “absolutely yes” *sambil malu-malu.

Lama, semakin lama, tak kunjung ucapan itu keluar dari mulutnya, dan saya masih berharap. Banyak teman yang merasa dia menggantungkan saya *eh jadi kalo hubungan nggak jelas itu namanya nggantung ya teman-teman.. nggak ada kata jadian diantara kami, tapi tetep aja saya sebel kalo dia deket sama perempuan lain.. hingga akhirnya terlihat seperti saya mengejar2 dia yang PHP alias Pemberi Harapan Palsu.. wkakaakak

Sampai dia lulus sekolah, kemudian kuliah di Semarang. saya masih kelas 3 SMA waktu itu, tapi rasa itu tetap sama, sesekali bertukar sapa lewat surat yang diposkan, mengirim hadiah, dll.. ya gitu deh.. walaupun deketan tapi ya kita nggak berstatus pacaran..

Giliran saya yang lulus sekolah, Allah mengantarkan saya ke kampus Universitas Negeri Yogyakarta disinilah mulai mencari makna dan arti kehidupan, kalau hidup itu harus besar, luas, dan manfaat yang sederhana itu sikapnya. *supeerrr eh gadis cilik sekarang sudah beranjak dewasaa.. :p
Subhanallah Allah memberi saya teman-teman yang jauh dari budaya hedonis, sederhana, baik hati dan religius. Kami berusaha sekeras mungkin berlomba-lomba dalam kebaikan. mengingatkan dalam keburukan, ah indahnya. Waktu terbuang sia-sia ketika kita tidak mengahabiskannya untuk menjadi manfaat bagi orang lain..

Saya mulai berusaha melupakan dia, bukan karena terganti oleh sosok yang lain, tapi lebih karena saya ingin memperbaiki diri, memantaskan diri untuk jodoh yang insya Allah juga sedang memantaskan dirinya untuk saya.

Suatu hari Allah pertemukan kami kembali dalam event-event pertandingan robot yang di ikutinya di Jogja, berkenalan sama temen-temen POLINES yang baik hati, eh tapi malah diledekin *jadi malu..  saya menemuinya hanya sekedar bertemu sebagai teman lama, saya sadar, bahwa komitmen itu dimulai setelah adanya kesepakatan dalam sebuah khitbah.. No couple before akad.. Bismillah, bisa, bisa, bisa.. ^_^

2011 dia lulus kuliah, kemudian bekerja di perusahaan tambang di Kalimantan waktu itu saya masih kuliah semester akhir, Juni 2012 resmi lulus dan Yudisium akhir bulan itu, sambil menunggu wisuda, saya sudah mulai mencari pekerjaan. Wisuda bulan September 2013, OMG dan saya belum mendapatkan pekerjaan yang pas. Ditengah stress saya mencari kerja, tiba-tiba dia mengajak saya menikah, tapi saya bertekad untuk mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu dan mempersilahkan bila hendak memilih yang lain.

Januari 2013, saya beruntung lolos seleksi rekrutmen sebuah Bank BUMN di Bandung, Alhamdulillah akhirnya impian mendapatkan pekerjaan yang mapan segera terwujud. Hey ternyata di perusahaan itu tidak boleh menikah selama dua tahun, saya bicarakan lagi padanya yang sudah lama mengajak saya menikah, daaaaann dia mempersilahkan saya memilih mau menikah dengannya atau bekerja.  Tetooot maaf ya bu, pak kali ini anakmu mengecewakan kalian karena saya memilih tidak mengambil pekerjaan itu. Maafkan anakmu ini karena memilih ingin menikah muda yang kata orang belum sempat membahagiakan kalian, tapi pak bu bagiku itu bukan alasan untuk tidak berbakti pada kalian.

Oiya keputusan tersebut sudah saya fikir masak-masak, insya Allah dengan hati dan pikiran yang jernih, Bukankah laki-laki seperti dia sangat jarang ditemui saat ini, yang bukan memacari tapi membuktikan cintanya dengan menikahi. Ah bukankah yang seperti itu yg kamu inginkan li? Apa ketika datang pria seperti itu kemudian km memilih duniawi (pekerjaan-red)?

Berbakti pada suami yang saleh insya Allah akan menghadiahkan surga, belum tentu berbakti diperusahaan yang tidak membolehkan menikah dihadiahkan Surga oleh-Nya. waktu itu saya memang belum mempunyai pekerjaan yang tetap tapi Alhamdulillah sudah ada income, ya memang baru cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tapi sudah tidak menggantungkan sepenuhnya sama orang tua.

Ujian datang lagi, orang tuanya belum mengijinkan kami menikah karena alasan belum mapan, saya tau pandangan seperti itu juga untuk kebaikan kami, mereka menyesalkan kenapa saya tidak mengambil pekerjaan itu. Kembali jadi job seeker, melamar kesana-kemari tapi kali ini tidak melamar di perusahaan yang nggak ngebolehin menikah. Akhirnya Allah memberikan saya rizki untuk bekerja di sebuah perusahaan property di lereng gunung slamet. Subhanallah



Selang beberapa bulan entah angin apa yang menggerakkan hati orang tuanya, Alhamdulillah akhirnya kami diijinkan untuk menikah, Sabtu, 21 September 2013 dia dan keluarganya resmi meminang saya, sejak saat itulah saya mulai berkomitmen dengan seorang pria.. #eh bagi yang keduluan jangan menyesal yaaa karena kurang cepat.. ckckk


Insya Allah 9 Februari 2014 tepat di tanggal ulang tahun kami berdua akan melangsungkan pernikahan

mohon do’a restu dari teman-teman semua









Ditulis oleh : Liya Amsaroh

Selasa, 24 September 2013

Membagi Cinta

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lalu, kalian akan menikahi pujaan hati kalian dan mengayuh biduk kecil kalian, perlahan menjauhi kami, Mama dan Papa. Di situlah mungkin Mama akan mempertaruhkan rasa keikhlasan Mama. Karena Mama juga manusia biasa.
Masa iya, setelah susah payah merangkai kalian hingga suatu hari menjadi sehebat yang kalian bisa, Mama bisa santai-santai saja ketika tiba saatnya harus berbagi cinta dengan perempuan lain. Apalagi jika ternyata, perempuan itu berbeda dengan yang Mama harapkan.
Di titik inilah, Mama akhirnya sadar, “Apa yang kau tanam itu yang kau tuai.” Mama harus pandai-pandai mempersiapkan diri. Dimulai dengan menjalin hubungan baik dengan Oma kalian, Mamanya papa. Mungkin semua kekhawatiran mama masih dalam angan-angan, sementara Oma sudah harus berhadapan langsung dengan kenyataan itu… sekarang.

Dear son, walau sedari sekarang Mama berusaha keras memupuk rasa ikhlas dan mempersiapkan diri jika saatnya kalian berlayar di dunia kalian masing-masing, sadarilah. Mungkin di saat itu, sekali-sekali Mama akan cemburu atau iri. Sekali lagi, Mama manusia biasa :).
But I’ll do my best ;). Untuk membiarkan kalian menjadi yang kalian mau, memilih jodoh yang kalian inginkan, mengikhlaskan apa pun jalan yang kalian pilih, semata-mata karena cinta. Yang konon katanya, “Cinta itu berarti sanggup melihat orang yang kita cintai bahagia walau kita tidak termasuk dalam kebahagiaan itu.”
Tapi Mama yakin. Cinta kita, antara Mama dan kalian, selamanya akan memiliki tempat khusus di hati kita masing-masing. Tempat yang tidak akan terganggu walau kita tak akan bersama dalam satu atap lagi. Suatu hari nanti.
Kalau pun tak mungkin membawa serta Mama ke mana pun kalian melangkah nanti, tapi Mama harap kalian tak pernah lupa merapalkan nama Mama dalam doa-doa kalian. Bahkan sampai ketika nanti Mama tak ada di dunia lagi. Semoga Mama tetap bergema dalam hati kalian.
Dear Son, pada akhirnya Mama mengambil kesimpulan bahwa membesarkan kalian seperti merawat seekor kupu-kupu. Pas sekali dengan lirik lagu Tante Mariah Carey yang satu ini,  ”Butterfly.”
Butuh energi lebih untuk membesarkan kalian dari seekor ulat hingga bersayap sempurna. Untuk akhirnya … terbang dan pergi melanglang buana. Itulah yang memang seharusnya kalian lakukan. Pergilah sejauh yang kalian bisa. Mama sendiri sangat bahagia bisa mendapat kesempatan tinggal di berbagai tempat. My son, pengalaman adalah harta tak ternilai yang harus kalian perjuangkan hingga sejauh mana sayap kalian mampu menerbangkan kalian.
Fly my son(s), fly away my butterflies, fly abandonedly into the sun :). Adapun Mama akan tetap menjadi Mama di mana pun kalian nanti berada. Sejauh apa pun jarak yang nanti terbentang diantara kita. Selamanya akan mencintai kalian, sebesar yang Mama bisa.
Now I understand to hold you
I must open up my hands
and watch you …
Spread your wings and prepare to fly
For you have become a butterfly
Fly abandonedly into the sun
(Butterfly, Mariah Carey)
Note : artikel ini saya ambil dari forum theurbanmama tulisan mbak Jihan Davincka
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dua bulan yang lalu, mamah (calon mertua red) belum mengijinkan kami menikah, entah angin apa yang menggetarkan hati mamah sehingga tiba-tiba menyetujui keinginan kami untuk menikah muda. mungkin karena melihat keseriusan anaknya atau entah apa. sujud syukur pada-Mu ya Allah untuk restu yang dikucurkan kedua orangtuanya saat ini.

Membaca artikel the urban mama yang membahas tentang perasaan seorang wanita terhadap anak laki-lakinya, sontak hatiku remuk betapa saya tidak peka terhadap perasaan Mamah, wanita yang melahirkannya, menyusui, membesarkan dan mendidik calon imamku hingga seperti ini.

Dear Mamah, aku bukan hendak merebut cinta anakmu untuk kemudian menjauhimu. mungkin engkau akan merasa sedih, ketika anakmu nanti akan membagi cintanya denganku, perhatian dan cintanya harus dibagi menjadi dua, antara aku dan Mamah.
Ketika sudah menikah nanti, Mamah lebih berhak atasnya dari pada aku. bagaimanapun, surga seorang anak ada pada Ibunya. Tapi Mamah, ijinkanlah aku mengabdikan diriku pada anakmu, karena disitulah jalanku menuju Surga, kuyakini engkau telah mendidiknya dengan baik, aku tau dia akan menuntutku baik dengan  merangkak, berjalan dan bahkan berlari, aku tau jalan menuju Surga-lah yang akan anakmu tunjukkan untukku dan keluarga kecil kami nanti.
 
Dear Mamah, bukankah laki-laki yang hebat ada dua orang wanita hebat dibelakangnya? semoga kita nanti tidak akan berseteru memperebutkan cintanya, karena yang harus kita lakukan adalah mendukung dengan penuh cinta terhadap dirinya, merapalkan namanya dalam setiap do'a kita. meskipun nanti kita akan tinggal berjauhan, dalam do'a kita akan selalu dipertemukan.

Dear Mamah, aku sering mendengar kisah perseteruan menantu dan mertuanya perihal berebut perhatian, semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang demikian. seharusnya mereka sadar, anak laki-laki adalah hak ibunya, bukan istrinya. kalaupun itu terjadi, bukankah berarti dia sedang mengajarkan anak-anak mereka untuk berbakti kepada ibunya nanti?

Dear Mamah, aku ingin menikah dengannya bukan untuk merebut cintanya darimu. kami hanya tak ingin engkau juga menanggung dosa kami apabila kami terjerembab dalam hubungan yang belum halal. sungguh, aku tak akan menghalanginya untuk membahagiakanmu, karena kebahagiaanmu adalah juga kebahagiaanku.

Terimakasih tak terhingga untuk wanita hebat yang sudah membesarkan calon imamku, aku akan mencintaimu pula sebagaimana dia mencintai ibunya.

Much Love,

Your daughter in law to be
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 05 September 2013

I Have a Dream

apa bedanya mimpi dan khayalan?

mimpi : tau dan berusaha mewujudkannya

khayalan : tau dan diam tak bergerak mewujudkannya


hmm saya insya Allah masih hidup dan pilih bermimipi donk karena sejatinya mahluk yang bernyawa pasti bergerak. thats true. I want to make it come true :

2013
sampai akhir 2013 ini yang kepengen banget saya wujudin adalah menjadi SM tahun ini, ^_^. SM aka Senior Manager, bukan dikantor tapi tepatnya di kantor kedua saya. idiih gayanya kantor kedua, jadi sekarang ini saya sudah hampir 4 bulan menjalani bisnis MLM Oriflame via d'BC Network. penjelasan tentang MLM insya Allah akan dibahas dipostingan lain. intinya saya mau share kalo saya kepingin banget tembus SM biar tahun depan bisa ikutan Seminar Director di jogjakarta. Aamiin mudahkan ya Allah....

2014
mimpi saya tahun depan banyaaak banget :

1. Menikah
Insya Allah mudah-mudahan Allah berkenan. Saya kepinginnya sih biar terhindar dari hal-hal yang di inginkan, jauh-jauh dari maksiat. Pacarannya abis nikah aja, kan enak :) daripada terjerumus perangkap setan, mending bersinergi dalam kebaikan kan yaaa.
Awal tahun kemarin masih diragukan sama orang tuanya, Alhamdulillah saat ini sudah di izinkan, yang terpenting saya mau buktiin kalo menikah itu bukan berarti nggak mau ngebahagiain orang tua, banyak yang menunda menikah karena alasan pengin nyenengi ortu dulu *dulu saya salah satunyaa.. insya Allah mau segera buktiin deh itu cuma Mitos, kan malah bisa bahagian Orang tua sekaligus mertua.

2. Ke Luar Negri
Tujuan yang deket-deket dulu, Singapore insya Allah, inipun kalau ada tiket promo. seandainya mentok karena budget, minimal ke Malang deh.

3. Ikut Komunitas Muslimah
Aktualisasi diri, biar punya tim yang selain support dalam bisnis juga support dalam kebaikan di dunia dan akhirat, saling berlomba dalam kebaikan, mengingatkan dalam keburukan dan saling support untuk meraih kebahagiaan.

4. Berat-badan minimal 45kg
Udah mulai ikhtiar dari sekarang minum nutrishake, susu dan jus..Mau mulai rutin olahrga insya Allah, jogging, renang, dll..

5. Mengambil Alih Cicilan Rumah
Sekarang rasanya kalau harus mencicil rumah dengan gaji yang masih seadanya ini saya belum kuat, di bolehin ya nanti aku aja yang bayar cicilannya a.. insya Allah akan berusaha maksimal untuk mengalirkan rejeki dari pintu yang lain. *meskipun saat ini belum ketemu pintunya, hehe

6. Bisa Bikin Kue
Saya ini termasuk salah satu penggemar berat kue dan brownis, tapi nggak pernah bisa cara bikinnya, pokoknya kalau lewat Purimas atau ChocoKlik ya jadi ngiler, hmm enaak..


Jumat, 30 Agustus 2013

Awas "OPINI PALSU MEDIA MASSA"

ingin tahu Bagaimana Media itu di setting?
Jaman sekarang benar-benar harus ekstra hati-hati dalam memilih tontonan, banyak berita yang dikeluarkan oleh media ternyata disanksikan kebenarannya.. pertama saya hanya heran sama Met*o TV dan pernah membaca artikel seorang Kompasianer yang sedikit, maaf "mengejek" rakyat Indonesia yang dinilai aneh dengan gerakan Save Egypt. kasus di Mesir yang sudah jelas-jelas Militer Mesir melakukan kudeta, membabi buta menyerang rakyatnya yang pro Mursi. disini jujur saja saya atas nama Islam, ikut serta mendukung aksi teman-teman yang berusaha menyelamatkan saudara se-iman kita. saya atas nama Islam, turut prihatin dengan terlukanya saudara seiman kami. saya pikir hanya mengiyakan saja mereka itu anti islam, tidak recomended untuk saya yang notabene seorang muslim.

Baru-baru ini saya mengikuti kultwit yang disampaikan @TrioMacan2000 yang memuat opini mereka mengenai sosok "Jokowi yang sebenarnya" pada awalnya saya benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka katakan karena saya termasuk orang yang sudah terlanjur kagum dengan sosok beliau yang nampak di Media Massa. tapi taukah teman-teman

masa sih ternyata  itu hanya PENCITRAAN? Wallahu'alam Bishowab..


Silahkan baca, renungi dan pahami  :

"THE UNTOLD STORY: DIBALIK STRATEGI & PECITRAAN JOKOWI-AHOK" By @TrioMacan2000

 

"STRATEGI JOKOWI CS MENJADIKAN DKI-1 SEBAGAI BATU LONCATAN MENUJU RI-1" BY @TrioMacan2000

 

 "MENGANALISA DAN MENGUJI EFEKTIFITAS BLUSUKAN VS KINERJA" BY @TrioMacan2000

 

"TERBUKTINYA INFO-INFO TWIT MENGENAI 'STRATEGI' JOKOWI MERAIH POPULARITAS" BY @TrioMacan2000

 

 "BENARKAH JOKOWI SEFENOMENAL YANG DIBERITAKAN MEDIA?" BY @TrioMacan2000

 

Membuat Anda melihat “Penjahat” seperti Pahlawan, mencetak boneka pemimpin dunia baru dengan menjadikannya seakan-akan Nabi. Waspadalah….  Image taken by Kompasiana


 

PERHATIAN : POSTINGAN INI BUKAN BERMAKSUD MEMBENARKAN KULTWIT DARI AKUN TERSEBUT. SAYA HANYA MEMBERI TAHU REKAN-REKAN BAHWA "JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA APA YANG DIKATAKAN MEDIA MASSA"

Rabu, 28 Agustus 2013

Menikah Itu...

Ketahuilah bahwa Allah sendiri telah berjanji untuk senantiasa menolong orang yang berani menyempurnakan sunah Rasulullah SAW tersebut. Dalam hadits dikatakan:
ثلاثة حق على الله عونه: الناكح الذي يريد العفاف و المكاتب الذي يريد الأداء و الغازي في سبيل الله (رواه أحمد و الترمذي و الحاكم)

“Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah SWT. Yaitu:
1, Orang yang menikah karena menjaga kehormatannya
2. Budak yang mengadakan perjanjian dengan tuannya untuk memerdekakan dirinya dengan bayaran tebusan tertentu
3. Orang yang berperang dijalan Allah.

Menikah adalah ketetapan Allah untuk manusia yang seharusnya kita jalani, bukan semata-mata khayalan. Menikah termasuk salah satu pintu mendatangkan kebaikan bagi siapa yang benar niatnya. Dan dengan segera menikah kita akan semakin mudah mendapatkan kebaikan dan keberkahan. 

dilansir dari website solusiislam

Senin, 17 Juni 2013

Menyikapi Kenaikan BBM

beberapa hari ini saya disuguhkan media massa mengenai isu rencana kenaikan harga BBM, apa alasan pemerintah menaikkan harga BBM?
1. ada elit politik yang berpendapat bahwa kenaikan ini disebabkan oleh subsidi yang salah sasaran. katanya, kalau BBM naik nanti anggarannya mau dialihkan untuk subsidi yang lebih tepat.
2. ada juga elit politik yang katanya membela rakyat, BBM naik nanti rakyat menderita. pemerintah disalahakan karena dianggap tidak becus dalam menggunakan anggaran dan dalam mengelola sumber daya alam. padahal kita adalah negara yang termasuk kedalam negara yang mempunyai sumber daya alam yang terkaya, KATANYA.

kalau anda pilih mana?

saya setuju semuaaa, saya setuju saja BBM naik, silahkan pak SBY, i'm oke, so what, selama niat pemerintah yang katanya mau memperbaiki cara dalam memprotek rakyat miskin.
saya setuju juga kalau pemerintah memang tidak becus, eh maaf maksud saya bukan pemerintah, tapi KITA. kita tidak bisa mengelola sumber daya alam kita dengan baik.
solusinya apa dari kedua opsi tersebut? opsi pertama menghadirkan solusi subsidi yang katanya belum tepat sasaran akan di alihkan kepada program yang lebih tepat sasaran.
opsi kedua solusinya ada, tapi mungkin belum bisa langsung dipraktekan, butuh proses.


Rabu, 24 April 2013

My Passion

Banyak orang merasa malu menjual karena ketika kita menjual terkesan kita tidak punya uang, dan pembeli adalah si empunya uang. Ya memang betul, ketika kita menjual ada motif untuk mendapatkan “uang”. Tapi ga usah malu lah ya, berjualan itu kan pekerjaan ya mulia. kok bisa? Karena semua nabi adalah pedagang. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri bersabda bahwasannya sembilan dari sepuluh pintu rejeki adalah dengan berdagang. 

Dari jaman masih duduk di bangku sekolah saya suka berjualan, sampai teman2 kampus mengira di otak saya hanya ada bisnis dan uang. Padahal bukan begitu, jujur saya akui saya memang tipikal orang perhitungan bukan berarti pelit ya teman-teman. Saya hanya berusaha aja biar bisa mengeposkan sesuatu sesuai prioritas dan kebutuhan. Hehe. Gitu ya ceman-ceman, maaf kalau aku suka mendzolimi kalian *peluk erat satu-satu ^_^
Secara keluarga besar saya mayoritas adalah pedagang. Bakul cilik buk, dari cucu sampai neneknya semua berjualan. Ya, kami menafkahi keluarga kami dengan berjualan. Karena itu mungkin saya merasa tidak malu.
Dan setelah lulus kuliah kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan studi, aku mencari pekerjaan kesana-kemari. Sampai akhirnya terpelosok disini, di sebuah perusahaan developer regional di lereng gunung slamet. Thanks Allah for all of Your gift.:’)
Tetap saja ketika sudah bekerja saya ga bisa berhenti berjualan, entahlah mungkin karena passion-ku menjadi sales kali ya. Sambil bekerja, saya juga berjualan pakaian, kerudung, dll. Online dan offline. Padahal ketika mencari pekerjaan saya paling anti kalau sudah mendengar kata marketing.

Keuntungan menjadi sales bagi saya:
  1.  Ada perasaan bahagia ketika dagangan kita laku, entah berapapun untungnya, banyak atau sedikit. Apalagi kalau konsumen puas dengan produk kita. Kalau kita berjualan produk perusahaan, pasti akan ada bonus yang pasti ga sedikit lah ya ;p
  2. Mempererat tali silaturahmi dengan konsumen yang sudah kita kenal sebelumnya, karena nggak mungkin donk ya kita hanya membicarakan produk. Of course basa basi dulu, bagaimana kabarnya, kabar keluarganya, dll. Secara otomatis rejeki kita juga bertambah donk ya, karena Allah sudah berjanji akan menjamin rejekinya orang-orang yang menyambung tali slaturahmi. Rejeki itu mungkin bentuknya bukan materi, apapun itu bisa kesehatan, kebahagiaan, dll
  3. Menambah relasi apabila konsumen kita baru kita kenal, atau dengan produsen yang baru kenal. Nah kan udah nambah lagi silaturhminya
  4. Oh iya, satu lagi menurut saya, ketika saya berjualan ini itu, dan ingin mengkonsumsi barang itu kan bisa membelinya dengan harga yang lebih murah. Belanja cerdas dan cantik. :*
Intinya berjualan entah produk itu berupa barang atau jasa adalah terjadinya proses win-win, kita untung konsumen untung. Bukan salah satunya. Kedua belah pihak harus merasa puas, begitulah jualannya para nabi. So, jadilah sales, penjual, pedagang yang jujur ya jangan membohongi konsumen hanya untuk membuat produk kita laku, karena berjualan adalah pekerjaan yang mulia, pekerjaannya para nabi. Semoga daganganyya tambah laris ya buat para sales di negeri ini. ^-^ Salam Sukses.

Purwokerto, 24 April 2013


BECOME A SALES IS REALLY FUN

Rabu, 16 Januari 2013

How About My Dream?

selama ini, hal yang selalu saya impikan adalah dapat melihat nama saya sampai akhir. ya, sampai akhir sebuah proses rekruitment di sebuah perusahaan besar di negeri ini. setelah mimpi itu di depan mata, tapi tetap saja saya tak bisa menggapainya. Akhirnya saya dapat lolos semua seleksi rekruitment Bank B*N Bandung. how its my dream come true? sungguh saya menyadari sepenuhnya, kalau usaha saya tanpa kun fayakun-Nya juga tak akan menjadi apa-apa.



bekerja adalah motivasi saya untuk bisa mandiri, dan dikit-dikit ngebantu keluarga. bukankah itu ibadah? ya ibadah untuk berusaha bermanfaat untuk orang lain.

Tiba-tiba. jreng-jreeeng.ada kabar dari pulau seberang sana "Aa ga maksa dd untuk nerima aa, kalau dd mau kerja ya gpp a ga ngelarang"

Aliaaaaas saya disuruh milih menikah, atau kerja? karena menurutnya 2 tahun itu terlalu lama. ya, di B*N itu belum boleh menikah selama 2 tahun. 1 tahun masa percobaan. dan 3 tahun ikatan dinas.

bingunglah saya dibuatnya. saya coba jernihkan hati, mencoba memilih apa yang terbaik.
setelah saya coba pikirkan lg, *semoga waktu itu saya berpikir dengan keadaan yang jernih
saya bisa memahami alasan dia untuk segera menikah, dan saya putuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tersebut.

saya harus mengubur mimpi, untuk mewujudkan mimpi yang lebih besar.

kembali lagi kepada motivasi untuk bekerja, bukankah agar saya bisa mandiri? toh saat ini juga saya sudah mandiri, sudah tidak minta-minta sama orangtua untuk urusan finansial. juga masih banyak kesibukan, ngebantu mba ah ngurus usahanya. ya, itung-itung belajar wirausaha.
toh saya masih bisa nyari pekerjaan lain, yang dekat-dekat saja, di Purwokerto misalnya. *kemarin saya juga baru saja tes di PT. Gr*ya S*tria #tuh kan Allah ga akan menutup pintu rejeki orang karena menikah kok
memangnya siapa yang ngejamin rejeki kita? kalo saya masih berkeyakinan kerja ga di perusahaan besar, ga di BUMN hidup ga sejahtera.
ah itu hanya mindset manusia bermental karyawan. kayak saya. padahal yang menjamin rezeki itu kan Dia yang Maha Kaya. belive it. bahwa rejeki itu sudah ada yang ngatur, ga harus bekerja di perusahaan besar. dan malah ga harus bekerja. lebih mulia lagi membuka lapangan kerja. sekarang saya mau fokuskan diri lagi, untuk menuju kehidupan yang sungguh juga tidak mudah.

Padahal menikah juga belum pasti, ya masih ada kemungkinan saya gak jadi menikah dan gak jadi kerja. Wallahu'alam. karena memang dia belum melamar saya secara resmi.
Bismillah, semoga semua pilihan saya mendapat barokah, untuk kehidupan saya saat ini dan kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Aamiin

Sabtu, 24 November 2012

I see you, Malang

udah sering sih ngerencanain tour dari jaman masih kuliah sampe udah lulus belum kesampean juga.
ya akhirnya mimpi saya untuk melihat kota itu terwujud, dari rejeki yang tak disangka-sangka.
tapi sayangnya enggak punya media buat narsisme, karena secara hp saya masih sekelas stupid phone yang cuma bisa sms ama telepon doank dan kamera juga belum punya
enggak apa-apa deh, disyukurin aja. kan masih bisa di rekam di memori sendiri.
jujur saya akui emang kurang asyik juga pergi enggak ama temen, ya temennya orang tua semua #hihi
mau ngapa-ngapa juga kurang enjoy karena sedikit rikuh *hihi jaim aliasnya.
perjalanan via darat dengan menggunakan bus pariwisata kurang lebih selama 17 belas jam saudara-saudara,  jauh juga ya dua kali lipat ke Jakarta buuk
Pagi-pagi melihat sunrise dari puncak gunung apa ya namanya tapi bukan Bromo, indah sekali pemandangannya.. Subhanallah... dan udaranya... Brr dingiiin...
kemudian dilanjutkan ke Bromo, naik mobil jip angkutan lokal yang harus mengantri lumayan lama karena banyak sekali wisatawan yang dateng. pas long weekend sih
jalan kaki, naik gunung dan pada enggak kuat akhirnya pada naik kuda
saya kuat donk, sampe sendalnya patah.
kira-kira kurang lebih pictnya seperti ini

Image taken by google
destinasi selanjutnya ke kebun apel, memetik kemudian dibawa pulang bayar dulu donk
terus ke BNS Batu Night Spektakuler, seru sih isinya wahana permainan mirip dufan. tapi nggak serunya nggak ada patner buat nyoba wahana-wahana itu.
hari berikutnya ke Taman Safari II di Prigen, Pasuruan.
seru sih, tapi namanya tante-tante ya nggak begitu suka ke wisata macam begitu. hihi
pulangnya shopping dan mampir Suramadu.
Alhamdulillah