beberapa hari ini saya disuguhkan media massa mengenai isu rencana kenaikan harga BBM, apa alasan pemerintah menaikkan harga BBM?
1. ada elit politik yang berpendapat bahwa kenaikan ini disebabkan oleh subsidi yang salah sasaran. katanya, kalau BBM naik nanti anggarannya mau dialihkan untuk subsidi yang lebih tepat.
2. ada juga elit politik yang katanya membela rakyat, BBM naik nanti rakyat menderita. pemerintah disalahakan karena dianggap tidak becus dalam menggunakan anggaran dan dalam mengelola sumber daya alam. padahal kita adalah negara yang termasuk kedalam negara yang mempunyai sumber daya alam yang terkaya, KATANYA.
kalau anda pilih mana?
saya setuju semuaaa, saya setuju saja BBM naik, silahkan pak SBY, i'm oke, so what, selama niat pemerintah yang katanya mau memperbaiki cara dalam memprotek rakyat miskin.
saya setuju juga kalau pemerintah memang tidak becus, eh maaf maksud saya bukan pemerintah, tapi KITA. kita tidak bisa mengelola sumber daya alam kita dengan baik.
solusinya apa dari kedua opsi tersebut? opsi pertama menghadirkan solusi subsidi yang katanya belum tepat sasaran akan di alihkan kepada program yang lebih tepat sasaran.
opsi kedua solusinya ada, tapi mungkin belum bisa langsung dipraktekan, butuh proses.
Senin, 17 Juni 2013
Rabu, 24 April 2013
My Passion
Banyak orang merasa malu menjual karena ketika kita menjual
terkesan kita tidak punya uang, dan pembeli adalah si empunya uang. Ya memang
betul, ketika kita menjual ada motif untuk mendapatkan “uang”. Tapi ga usah
malu lah ya, berjualan itu kan pekerjaan ya mulia. kok bisa? Karena semua nabi
adalah pedagang. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri bersabda bahwasannya sembilan
dari sepuluh pintu rejeki adalah dengan berdagang.
Keuntungan menjadi sales bagi saya:
Dari jaman masih duduk di bangku sekolah saya suka
berjualan, sampai teman2 kampus mengira di otak saya hanya ada bisnis dan uang.
Padahal bukan begitu, jujur saya akui saya memang tipikal orang perhitungan
bukan berarti pelit ya teman-teman. Saya hanya berusaha aja biar bisa
mengeposkan sesuatu sesuai prioritas dan kebutuhan. Hehe. Gitu ya ceman-ceman,
maaf kalau aku suka mendzolimi kalian *peluk erat satu-satu ^_^
Secara keluarga besar saya mayoritas adalah pedagang. Bakul
cilik buk, dari cucu sampai neneknya semua berjualan. Ya, kami menafkahi
keluarga kami dengan berjualan. Karena itu mungkin saya merasa tidak malu.
Dan setelah lulus kuliah kemudian memutuskan untuk tidak
melanjutkan studi, aku mencari pekerjaan kesana-kemari. Sampai akhirnya
terpelosok disini, di sebuah perusahaan developer regional di lereng gunung
slamet. Thanks Allah for all of Your gift.:’)
Tetap saja ketika sudah bekerja saya ga bisa berhenti
berjualan, entahlah mungkin karena passion-ku menjadi sales
kali ya. Sambil bekerja, saya juga berjualan pakaian, kerudung, dll. Online dan offline. Padahal ketika mencari pekerjaan saya
paling anti kalau sudah mendengar kata marketing.
Keuntungan menjadi sales bagi saya:
- Ada perasaan bahagia ketika dagangan kita laku, entah berapapun untungnya, banyak atau sedikit. Apalagi kalau konsumen puas dengan produk kita. Kalau kita berjualan produk perusahaan, pasti akan ada bonus yang pasti ga sedikit lah ya ;p
- Mempererat tali silaturahmi dengan konsumen yang sudah kita kenal sebelumnya, karena nggak mungkin donk ya kita hanya membicarakan produk. Of course basa basi dulu, bagaimana kabarnya, kabar keluarganya, dll. Secara otomatis rejeki kita juga bertambah donk ya, karena Allah sudah berjanji akan menjamin rejekinya orang-orang yang menyambung tali slaturahmi. Rejeki itu mungkin bentuknya bukan materi, apapun itu bisa kesehatan, kebahagiaan, dll
- Menambah relasi apabila konsumen kita baru kita kenal, atau dengan produsen yang baru kenal. Nah kan udah nambah lagi silaturhminya
- Oh iya, satu lagi menurut saya, ketika saya berjualan ini itu, dan ingin mengkonsumsi barang itu kan bisa membelinya dengan harga yang lebih murah. Belanja cerdas dan cantik. :*
Intinya berjualan entah produk itu berupa barang atau jasa
adalah terjadinya proses win-win, kita untung konsumen untung. Bukan salah
satunya. Kedua belah pihak harus merasa puas, begitulah jualannya para nabi.
So, jadilah sales, penjual, pedagang yang jujur ya jangan membohongi konsumen
hanya untuk membuat produk kita laku, karena berjualan adalah pekerjaan yang
mulia, pekerjaannya para nabi. Semoga daganganyya tambah laris ya buat para
sales di negeri ini. ^-^ Salam Sukses.
Purwokerto, 24 April 2013
BECOME A SALES IS REALLY FUN
Rabu, 16 Januari 2013
How About My Dream?
selama ini, hal yang selalu saya impikan adalah dapat melihat nama saya
sampai akhir. ya, sampai akhir sebuah proses rekruitment di sebuah
perusahaan besar di negeri ini. setelah mimpi itu di depan mata,
tapi tetap saja saya tak bisa menggapainya. Akhirnya saya dapat lolos
semua seleksi rekruitment Bank B*N Bandung. how its my dream come true? sungguh saya menyadari sepenuhnya, kalau usaha saya tanpa kun
fayakun-Nya juga tak akan menjadi apa-apa.
bekerja adalah motivasi saya untuk bisa mandiri, dan dikit-dikit ngebantu keluarga. bukankah itu ibadah? ya ibadah untuk berusaha bermanfaat untuk orang lain.
Tiba-tiba. jreng-jreeeng.ada kabar dari pulau seberang sana "Aa ga maksa dd untuk nerima aa, kalau dd mau kerja ya gpp a ga ngelarang"
setelah saya coba pikirkan lg, *semoga waktu itu saya berpikir dengan keadaan yang jernih
saya bisa memahami alasan dia untuk segera menikah, dan saya putuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tersebut.
saya harus mengubur mimpi, untuk mewujudkan mimpi yang lebih besar.
kembali lagi kepada motivasi untuk bekerja, bukankah agar saya bisa mandiri? toh saat ini juga saya sudah mandiri, sudah tidak minta-minta sama orangtua untuk urusan finansial. juga masih banyak kesibukan, ngebantu mba ah ngurus usahanya. ya, itung-itung belajar wirausaha.
toh saya masih bisa nyari pekerjaan lain, yang dekat-dekat saja, di Purwokerto misalnya. *kemarin saya juga baru saja tes di PT. Gr*ya S*tria #tuh kan Allah ga akan menutup pintu rejeki orang karena menikah kok
memangnya siapa yang ngejamin rejeki kita? kalo saya masih berkeyakinan kerja ga di perusahaan besar, ga di BUMN hidup ga sejahtera.
ah itu hanya mindset manusia bermental karyawan. kayak saya. padahal yang menjamin rezeki itu kan Dia yang Maha Kaya. belive it. bahwa rejeki itu sudah ada yang ngatur, ga harus bekerja di perusahaan besar. dan malah ga harus bekerja. lebih mulia lagi membuka lapangan kerja. sekarang saya mau fokuskan diri lagi, untuk menuju kehidupan yang sungguh juga tidak mudah.
Padahal menikah juga belum pasti, ya masih ada kemungkinan saya gak jadi menikah dan gak jadi kerja. Wallahu'alam. karena memang dia belum melamar saya secara resmi.
Bismillah, semoga semua pilihan saya mendapat barokah, untuk kehidupan saya saat ini dan kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Aamiin
bekerja adalah motivasi saya untuk bisa mandiri, dan dikit-dikit ngebantu keluarga. bukankah itu ibadah? ya ibadah untuk berusaha bermanfaat untuk orang lain.
Tiba-tiba. jreng-jreeeng.ada kabar dari pulau seberang sana "Aa ga maksa dd untuk nerima aa, kalau dd mau kerja ya gpp a ga ngelarang"
Aliaaaaas saya disuruh milih menikah, atau kerja? karena menurutnya 2 tahun itu terlalu lama. ya, di B*N itu belum boleh menikah selama 2 tahun. 1 tahun masa percobaan. dan 3 tahun ikatan dinas.
bingunglah saya dibuatnya. saya coba jernihkan hati, mencoba memilih apa yang terbaik.setelah saya coba pikirkan lg, *semoga waktu itu saya berpikir dengan keadaan yang jernih
saya bisa memahami alasan dia untuk segera menikah, dan saya putuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tersebut.
saya harus mengubur mimpi, untuk mewujudkan mimpi yang lebih besar.
kembali lagi kepada motivasi untuk bekerja, bukankah agar saya bisa mandiri? toh saat ini juga saya sudah mandiri, sudah tidak minta-minta sama orangtua untuk urusan finansial. juga masih banyak kesibukan, ngebantu mba ah ngurus usahanya. ya, itung-itung belajar wirausaha.
toh saya masih bisa nyari pekerjaan lain, yang dekat-dekat saja, di Purwokerto misalnya. *kemarin saya juga baru saja tes di PT. Gr*ya S*tria #tuh kan Allah ga akan menutup pintu rejeki orang karena menikah kok
memangnya siapa yang ngejamin rejeki kita? kalo saya masih berkeyakinan kerja ga di perusahaan besar, ga di BUMN hidup ga sejahtera.
ah itu hanya mindset manusia bermental karyawan. kayak saya. padahal yang menjamin rezeki itu kan Dia yang Maha Kaya. belive it. bahwa rejeki itu sudah ada yang ngatur, ga harus bekerja di perusahaan besar. dan malah ga harus bekerja. lebih mulia lagi membuka lapangan kerja. sekarang saya mau fokuskan diri lagi, untuk menuju kehidupan yang sungguh juga tidak mudah.
Padahal menikah juga belum pasti, ya masih ada kemungkinan saya gak jadi menikah dan gak jadi kerja. Wallahu'alam. karena memang dia belum melamar saya secara resmi.
Bismillah, semoga semua pilihan saya mendapat barokah, untuk kehidupan saya saat ini dan kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Aamiin
Labels:
carut marut perasaanku,
cinta,
keluarga,
kisah,
tentang hidup
Sabtu, 24 November 2012
I see you, Malang
udah sering sih ngerencanain tour dari jaman masih kuliah sampe udah lulus belum kesampean juga.
ya akhirnya mimpi saya untuk melihat kota itu terwujud, dari rejeki yang tak disangka-sangka.
tapi sayangnya enggak punya media buat narsisme, karena secara hp saya masih sekelas stupid phone yang cuma bisa sms ama telepon doank dan kamera juga belum punya
enggak apa-apa deh, disyukurin aja. kan masih bisa di rekam di memori sendiri.
jujur saya akui emang kurang asyik juga pergi enggak ama temen, ya temennya orang tua semua #hihi
mau ngapa-ngapa juga kurang enjoy karena sedikit rikuh *hihi jaim aliasnya.
perjalanan via darat dengan menggunakan bus pariwisata kurang lebih selama 17 belas jam saudara-saudara, jauh juga ya dua kali lipat ke Jakarta buuk
Pagi-pagi melihat sunrise dari puncak gunung apa ya namanya tapi bukan Bromo, indah sekali pemandangannya.. Subhanallah... dan udaranya... Brr dingiiin...
kemudian dilanjutkan ke Bromo, naik mobil jip angkutan lokal yang harus mengantri lumayan lama karena banyak sekali wisatawan yang dateng. pas long weekend sih
jalan kaki, naik gunung dan pada enggak kuat akhirnya pada naik kuda
saya kuat donk, sampe sendalnya patah.
kira-kira kurang lebih pictnya seperti ini
destinasi selanjutnya ke kebun apel, memetik kemudian dibawa pulang bayar dulu donk
terus ke BNS Batu Night Spektakuler, seru sih isinya wahana permainan mirip dufan. tapi nggak serunya nggak ada patner buat nyoba wahana-wahana itu.
hari berikutnya ke Taman Safari II di Prigen, Pasuruan.
seru sih, tapi namanya tante-tante ya nggak begitu suka ke wisata macam begitu. hihi
pulangnya shopping dan mampir Suramadu.
Alhamdulillah
ya akhirnya mimpi saya untuk melihat kota itu terwujud, dari rejeki yang tak disangka-sangka.
tapi sayangnya enggak punya media buat narsisme, karena secara hp saya masih sekelas stupid phone yang cuma bisa sms ama telepon doank dan kamera juga belum punya
enggak apa-apa deh, disyukurin aja. kan masih bisa di rekam di memori sendiri.
jujur saya akui emang kurang asyik juga pergi enggak ama temen, ya temennya orang tua semua #hihi
mau ngapa-ngapa juga kurang enjoy karena sedikit rikuh *hihi jaim aliasnya.
perjalanan via darat dengan menggunakan bus pariwisata kurang lebih selama 17 belas jam saudara-saudara, jauh juga ya dua kali lipat ke Jakarta buuk
Pagi-pagi melihat sunrise dari puncak gunung apa ya namanya tapi bukan Bromo, indah sekali pemandangannya.. Subhanallah... dan udaranya... Brr dingiiin...
kemudian dilanjutkan ke Bromo, naik mobil jip angkutan lokal yang harus mengantri lumayan lama karena banyak sekali wisatawan yang dateng. pas long weekend sih
jalan kaki, naik gunung dan pada enggak kuat akhirnya pada naik kuda
saya kuat donk, sampe sendalnya patah.
kira-kira kurang lebih pictnya seperti ini
![]() |
| Image taken by google |
terus ke BNS Batu Night Spektakuler, seru sih isinya wahana permainan mirip dufan. tapi nggak serunya nggak ada patner buat nyoba wahana-wahana itu.
hari berikutnya ke Taman Safari II di Prigen, Pasuruan.
seru sih, tapi namanya tante-tante ya nggak begitu suka ke wisata macam begitu. hihi
pulangnya shopping dan mampir Suramadu.
Alhamdulillah
Labels:
dari hari ini,
experience,
indonesia,
perjalanan
Selasa, 30 Oktober 2012
Konser
Nonton konser mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang enggak penting. ya emang enggak penting siihh. teruuss?? terus ya enggak kenape-kenape. tapi nonton konser juga tidak selalu berbau anarkis atau identik dengan minuman keras dan obat-obatan kok.
kadang keliatan gimana gitu, perempuan berjilbab kok nonton konser?? suka sedih juga kalo ada yang memandang begitu. hiks :'(
Tapi ya nonton konser ituuuh ya buat hiburan aja, kalo ngedengerin lagsung kan lebih PUAASSS gituuu kali ya. buat aku ya cuma sekedar melupakan sejenak beban-beban pikiran yang ada.
kalau bukan Sheila On 7 juga nggak bakalan mau saya mau-maunya berdesak-desakan hanya untuk mendengarkan lagu dari penyanyi atau band favorit. tapi berhubung saya itu sheila gank yang tidak terdaftar. hahaha ya mau-mau aja saya dalam kerumunan orang kepanasan. huuuuhh
sudah tiga kali saya nonton konser, yang pertama di Purwokerto, konser SO7 gratis di Alun-alun.
terus yang kedua pas 16th anniversarinya SO7 di Grand Pasific Jogja dekat tiket festival yang agak mahal (buat saya) yaitu sebesar Rp. 60.000.
dan yang terakhir kemarin di GOR UNY, dengan tiket seharga Rp. 7500. niatnya udah ga nonton, karena beli tiket on the spot Rp 20.000, *kan mending buat beli jilbab paris udah dapet dua (haha). ini karena temen saya ga jadi berangkat dan tiketnya di ganti saya dengan separo harga.
kadang keliatan gimana gitu, perempuan berjilbab kok nonton konser?? suka sedih juga kalo ada yang memandang begitu. hiks :'(
Tapi ya nonton konser ituuuh ya buat hiburan aja, kalo ngedengerin lagsung kan lebih PUAASSS gituuu kali ya. buat aku ya cuma sekedar melupakan sejenak beban-beban pikiran yang ada.
kalau bukan Sheila On 7 juga nggak bakalan mau saya mau-maunya berdesak-desakan hanya untuk mendengarkan lagu dari penyanyi atau band favorit. tapi berhubung saya itu sheila gank yang tidak terdaftar. hahaha ya mau-mau aja saya dalam kerumunan orang kepanasan. huuuuhh
sudah tiga kali saya nonton konser, yang pertama di Purwokerto, konser SO7 gratis di Alun-alun.
terus yang kedua pas 16th anniversarinya SO7 di Grand Pasific Jogja dekat tiket festival yang agak mahal (buat saya) yaitu sebesar Rp. 60.000.
dan yang terakhir kemarin di GOR UNY, dengan tiket seharga Rp. 7500. niatnya udah ga nonton, karena beli tiket on the spot Rp 20.000, *kan mending buat beli jilbab paris udah dapet dua (haha). ini karena temen saya ga jadi berangkat dan tiketnya di ganti saya dengan separo harga.
Labels:
indonesia,
ini masalah budaya,
pendapat saya,
tentang hidup
Jumat, 13 Juli 2012
Meyakinkan Diri Sendiri
sekarang, pertanyaan paling sulit untuk aku jawab adalah "mau ngapain setelah lulus?"
pilihannya adalah lanjut kuliahkah, atau kerja?
karena sesuatu dan lain hal, lanjut kuliah adalah plan yang sudah aku blacklist untuk sementara waktu.
sekarang kewajiban yang aku lakukan adalah mendapat pekerjaan.
atau mau menikah muda? *haha, becanda dink kalo ini. biar enggak spaneng. masih dua puluh tahun buuuk. calonnya juga belum dikasih.
atau mau menikah muda? *haha, becanda dink kalo ini. biar enggak spaneng. masih dua puluh tahun buuuk. calonnya juga belum dikasih.
tapi tiba-tiba aku merasa ragu, ada begitu banyak orang yang bersaing denganku, untuk tujuan yang sama.
dengan iman dan keyakinan penuh padaNya, aku mencoba meyakinkan diri sendiri kalau PASTI BISA, dan HARUS BISA.
walau dalam hati sebenernya terbesit keraguan, setelah beberapa kali gagal dalam berbagai serangkaian tes di berbagai perusahaan.
bahkan ada yang gagal baru di tahap awal __"
sebenarnya aku bukan tipe pemilih-milih, bahkan perusahaan apapun yang memberiku kesempatan, insya Allah aku coba, mulai dari perusahaan kosmetik, tambang, konstruksi, otomotif, farmasi sampai perbankan-pun aku coba. dan kalaupun aku harus ditempatkan di luar jawa misalnya, aku sudah siaaappp. tapi belum ada yang berpihak sama aku, untuk menjadi buruh mereka.
ya Allah, kadang aku iri sama orang-orang yang begitu beruntung, seperti diberi gift olehMu. bahkan bisa lolos di beberapa perusahaan sekaligus.
meskipun wisuda masih September, aku ga mau bersantai-santai. aku akan terus fight. dan mencoba menemukan rejekiku entah di pintu yang mana.
senjataku hanya untaian do'a dan usaha sekeras mungkin. mudahkanlah ya Allah. berikan hamba yang terbaik menurut kehendak-Mu.
Labels:
carut marut perasaanku,
perhaps,
tentang hidup
Selasa, 26 Juni 2012
Life For Today
sebentar lagi aku harus mengakhiri sesuatu yang sudah aku mulai sekitar tiga tahun yang lalu.
setiap awal pasti ada akhirnya, karena akhir itu adalah awal dari sesuatu yang baru.
sekarang aku benar-benar belum tau, mau kemana setelah ini.
sebenarnya aku masih ingin melanjutkan studi di tempat sekarang aku belajar, tapi karena keadaan yang mungkin tidak memungkinkan. aku harus tunda dulu keinginanku itu.
terus? what i do? i hope miracle comes to me. dengan IPK yang tidak begitu wonderful alias tidak kumlot dan dari universitas yang tidak begitu ternama. tapi aku yakin, ada kejutanNya di episode hidupku selanjutnya. i'll fight for getting a job, Dialah yang akan menentukan kemana aku akan berlabuh setelah ini. :-)
setiap awal pasti ada akhirnya, karena akhir itu adalah awal dari sesuatu yang baru.
sekarang aku benar-benar belum tau, mau kemana setelah ini.
sebenarnya aku masih ingin melanjutkan studi di tempat sekarang aku belajar, tapi karena keadaan yang mungkin tidak memungkinkan. aku harus tunda dulu keinginanku itu.
terus? what i do? i hope miracle comes to me. dengan IPK yang tidak begitu wonderful alias tidak kumlot dan dari universitas yang tidak begitu ternama. tapi aku yakin, ada kejutanNya di episode hidupku selanjutnya. i'll fight for getting a job, Dialah yang akan menentukan kemana aku akan berlabuh setelah ini. :-)
Kamis, 21 Juni 2012
ketika seseorang datang kepadamu,
mungkin dihatinya sedang ada gundah yang melanda
ada duri yang membuat perih
dan kerikil tajam yang menusuk ulu hatinya
darimu, dia mengharap mendapat ketenangan batin
kenyamanan dan kedamaian jiwa
dia adalah orang yang percaya padamu
percaya bahwa kau adalah orang yang mampu membantunya keluar dari perasaan tak nyaman
ah entahlah, sekarang aku hanya sedang merasa tak berguna membagi kisah dengan siapapun
kecuali pada-Nya
mungkin dihatinya sedang ada gundah yang melanda
ada duri yang membuat perih
dan kerikil tajam yang menusuk ulu hatinya
darimu, dia mengharap mendapat ketenangan batin
kenyamanan dan kedamaian jiwa
dia adalah orang yang percaya padamu
percaya bahwa kau adalah orang yang mampu membantunya keluar dari perasaan tak nyaman
ah entahlah, sekarang aku hanya sedang merasa tak berguna membagi kisah dengan siapapun
kecuali pada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)


