Tampilkan postingan dengan label carut marut perasaanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label carut marut perasaanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

TKD Kementrian Keuangan

Pertama kalinya mengikuti seleksi CPNS, ternyata rasanya sama seperti rekrutmen yang lain, nggak ada bedanya.. hehe

TKD atau Tes Kompetensi Dasar dilaksanakan setelah seleksi administrasi.. hmm soalnya agak susah menurut saya, terdiri dari 3 bidang yang diujikan, yaitu Tes Karakteristik Pribadi, Tes Intelegensi Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan dikerjakan dalam waktu 90 menit, online pake komputer. jadi skornya langsung bisa kita lihat ini skor saya dari TKD kemarin :
-- TKP 148
-- TIU 70
-- TWK 75

27 Oktober di BBM adek tingkat kalo pengumuman udah keluar, dikirim filenya via BBM, aku buka di komputer daaaan namaku enggak ada.. jiaaahh.. tapi saya sudah biasa sih mengalami kegagalan dalam seleksi rekrutmen jadi ya enggak kaget dan biasa aja, sedihnya cuma mengecewakan ibuku.. hehe maaf ya bu.. hiks

Hari ini saya buka di website kementrian keuangan pengumumannya.. oh jadi begini to passing grade TKDnya per bagian bukan dari nilai total..

passing grade TKD kemenkeu tahun 2013

Sesuai dengan Peraturan Menteri Penyagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2013 tanggal 17 Oktober 2013 tentang Nilai Ambang Batas Tes Kompetensi Dasar Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum Tahun 2013, nilai ambang batas Tes Kompetensi Dasar adalah:
  1. 60 % dari nilai maksimal Tes Karakteristik Pribadi, sehingga memiliki nilai ambang batas 105;
  2. 50 % dari nilai maksimal Tes Intelegensia Umum, sehingga memiliki nilai ambang batas 75;
  3. 40 % dari nilai maksimal Tes Wawasan Kebangsaan, sehingga memiliki nilai ambang batas 70;
Walaupun total dari semuanya sudah memenuhi ambang batas ternyata TIU saya masih kurang 5 poin lagi... yaaahh walaupun 5 tetep aja namanya kurang ya nggak lolos dan nggak memenuhi... itu di balik aja hasil TWK sama TIU-ku.. :(
dari 1.000 formasi yang disediakan kemenkeu untuk jurusan saya hanya 626 orang saja yang berhasil memenuhi ambang batas TKDnya.. 5 poin, berarti 1 soal lagi, andai saya dapat menjawab 1 soal lagi dengan benar..

But i believe ini yang hasil yang terbaik menurut rencana-Nya.. I'm sorry for my family yang sangat ngarepin dan aku sukses mengecewakan kalian.. Ibu sama Pakdhe yang sudah berkali-kali menanyakan hasilnya.. maafkan aku.. 

Rabu, 16 Januari 2013

How About My Dream?

selama ini, hal yang selalu saya impikan adalah dapat melihat nama saya sampai akhir. ya, sampai akhir sebuah proses rekruitment di sebuah perusahaan besar di negeri ini. setelah mimpi itu di depan mata, tapi tetap saja saya tak bisa menggapainya. Akhirnya saya dapat lolos semua seleksi rekruitment Bank B*N Bandung. how its my dream come true? sungguh saya menyadari sepenuhnya, kalau usaha saya tanpa kun fayakun-Nya juga tak akan menjadi apa-apa.



bekerja adalah motivasi saya untuk bisa mandiri, dan dikit-dikit ngebantu keluarga. bukankah itu ibadah? ya ibadah untuk berusaha bermanfaat untuk orang lain.

Tiba-tiba. jreng-jreeeng.ada kabar dari pulau seberang sana "Aa ga maksa dd untuk nerima aa, kalau dd mau kerja ya gpp a ga ngelarang"

Aliaaaaas saya disuruh milih menikah, atau kerja? karena menurutnya 2 tahun itu terlalu lama. ya, di B*N itu belum boleh menikah selama 2 tahun. 1 tahun masa percobaan. dan 3 tahun ikatan dinas.

bingunglah saya dibuatnya. saya coba jernihkan hati, mencoba memilih apa yang terbaik.
setelah saya coba pikirkan lg, *semoga waktu itu saya berpikir dengan keadaan yang jernih
saya bisa memahami alasan dia untuk segera menikah, dan saya putuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tersebut.

saya harus mengubur mimpi, untuk mewujudkan mimpi yang lebih besar.

kembali lagi kepada motivasi untuk bekerja, bukankah agar saya bisa mandiri? toh saat ini juga saya sudah mandiri, sudah tidak minta-minta sama orangtua untuk urusan finansial. juga masih banyak kesibukan, ngebantu mba ah ngurus usahanya. ya, itung-itung belajar wirausaha.
toh saya masih bisa nyari pekerjaan lain, yang dekat-dekat saja, di Purwokerto misalnya. *kemarin saya juga baru saja tes di PT. Gr*ya S*tria #tuh kan Allah ga akan menutup pintu rejeki orang karena menikah kok
memangnya siapa yang ngejamin rejeki kita? kalo saya masih berkeyakinan kerja ga di perusahaan besar, ga di BUMN hidup ga sejahtera.
ah itu hanya mindset manusia bermental karyawan. kayak saya. padahal yang menjamin rezeki itu kan Dia yang Maha Kaya. belive it. bahwa rejeki itu sudah ada yang ngatur, ga harus bekerja di perusahaan besar. dan malah ga harus bekerja. lebih mulia lagi membuka lapangan kerja. sekarang saya mau fokuskan diri lagi, untuk menuju kehidupan yang sungguh juga tidak mudah.

Padahal menikah juga belum pasti, ya masih ada kemungkinan saya gak jadi menikah dan gak jadi kerja. Wallahu'alam. karena memang dia belum melamar saya secara resmi.
Bismillah, semoga semua pilihan saya mendapat barokah, untuk kehidupan saya saat ini dan kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Aamiin

Jumat, 13 Juli 2012

Meyakinkan Diri Sendiri

sekarang, pertanyaan paling sulit untuk aku jawab adalah "mau ngapain setelah lulus?"
pilihannya adalah lanjut kuliahkah, atau kerja?
karena sesuatu dan lain hal, lanjut kuliah adalah plan yang sudah aku blacklist untuk sementara waktu.
sekarang kewajiban yang aku lakukan adalah mendapat pekerjaan.
atau mau menikah muda? *haha, becanda dink kalo ini. biar enggak spaneng. masih dua puluh tahun buuuk. calonnya juga belum dikasih. 
tapi tiba-tiba aku merasa ragu, ada begitu banyak orang yang bersaing denganku, untuk tujuan yang sama.
dengan iman dan keyakinan penuh padaNya, aku mencoba meyakinkan diri sendiri kalau PASTI BISA, dan HARUS BISA.
walau dalam hati sebenernya terbesit keraguan, setelah beberapa kali gagal dalam berbagai serangkaian tes di berbagai perusahaan.
bahkan ada yang gagal baru di tahap awal __"
sebenarnya aku bukan tipe pemilih-milih, bahkan perusahaan apapun yang memberiku kesempatan, insya Allah aku coba, mulai dari perusahaan kosmetik, tambang, konstruksi, otomotif, farmasi sampai perbankan-pun aku coba. dan kalaupun aku harus ditempatkan di luar jawa misalnya, aku sudah siaaappp. tapi belum ada yang berpihak sama aku, untuk menjadi buruh mereka.
ya Allah, kadang aku iri sama orang-orang yang begitu beruntung, seperti diberi gift olehMu. bahkan bisa lolos di beberapa perusahaan sekaligus.
meskipun wisuda masih September, aku ga mau bersantai-santai. aku akan terus fight. dan mencoba menemukan rejekiku entah di pintu yang mana.
senjataku hanya untaian do'a dan usaha sekeras mungkin. mudahkanlah ya Allah. berikan hamba yang terbaik menurut kehendak-Mu.

Selasa, 26 Juni 2012

Life For Today

sebentar lagi aku harus mengakhiri sesuatu yang sudah aku mulai sekitar tiga tahun yang lalu.
setiap awal pasti ada akhirnya, karena akhir itu adalah awal dari sesuatu yang baru.
sekarang aku benar-benar belum tau, mau kemana setelah ini.
sebenarnya aku masih ingin melanjutkan studi di tempat sekarang aku belajar, tapi karena keadaan yang mungkin tidak memungkinkan. aku harus tunda dulu keinginanku itu.

terus? what i do? i hope miracle comes to me. dengan IPK yang tidak begitu wonderful alias tidak kumlot dan dari universitas yang tidak begitu ternama.  tapi aku yakin, ada kejutanNya di episode hidupku selanjutnya. i'll fight for getting a job, Dialah yang akan menentukan kemana aku akan berlabuh setelah ini. :-)



Senin, 23 April 2012

Kini Semakin Terasa

Bagiku, ini semakin sulit saja setelah kemarin memutuskan untuk puasa komunikasi dulu. karena memang apa yang kita jalani 'saat ini', dirasa masih belum diperlukan. tapi keadaannya yang sedang sakit membuatku tak bisa tenang, membiarkannya bergelut sendirian dengan waktu, udara, tanah, dan pekerjaan yang kurang bersahabat. Ya Rabb, kuatkanlah, ridhoilah, lancarkanlah dan mudahkanlah urusannya. hiasi harinya dengan belai-Mu. dan, semoga lembut sinar mentari-Mu adalah kekuatan baru untuknya.
karena kami tak mau mendahului takdir, yang masih belum terjawab. mungkin besok, lusa, atau mungki tahun-tahun mendatang. seiring dengan proses pendewasaan ini. aku percaya, semua akan indah pada waktu yang tepat. Insya Allah

Jumat, 10 Juni 2011

Adikku Sayang

Adikku yang tersayang
Harapan ibu bapak di masa depan
Bila telah dewasa nanti
Jadilah engkau penyejuk hati

Senantiasalah mematuhi
Selalulah engkau berbakti
Pada kedua orang tua
Selama masih dalam kebenaran

Ibu bapak mengaishi kita
Sejak dalam kandungan
Sampai kini hingga ajal menjelang
Jangan pernah ada durhaka
Pada keduanya, selamanya

Doa orang tua dikabulkan oleh Tuhan
Ridho orang tua jua ridho Yang Kuasa
Ridho yang Kuasa

Ya Alloh ampuni mereka
Kasihanilah mereka
Seperti mereka sayang kami
Saat kecil dahulu...

-------------------------------------------------------------------------------------------------
adikku sebentar lagi masuk SMA, berkali-kali memintaku pulang. menemaninya, mengantarnya mencari sekolah baru. nilainya pas-pasan.. hmm, mbaknyya jadi bingung.. -_-

Selasa, 26 April 2011

Sahabat Sejati? Adakah?

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.


Bukan menghakimi teman-temanku nggak setia, nggak perhatian dan lain sebagainya sih. selama ini tidak ada teman yang nggak baik, semuanya baik hati. tapi yang aku herankan persahabatan kita itu ya cuma sebatas pada dimensi waktu yang kita lalui itu saja.
misalnya saja pada saat SD teman yang biasa rantang-runtung bareng ya paling cuma pas SD itu aja. toh kalau nanti satu SMP lagi kedekatan sudah tidak seperti dulu lagi. entah faktor x apa yang menyebabkannya.

sampai sekarang saja, teman saya satu SMA yang paling setia paling cuma Nopriza Umami. yang masih sering SMS, telpon, janjian chat. walaupun nggak pernah ketemu.
terus temen SMP, cuma Faya Reska Viandari saja yang masih setia mendengar keluh kesahku. bukan berarti njuk yang lain putus hubungan atau tali silaturahmi persahabatanku dengan teman yang lain terputus, cuma.. ya hanya orang itu yang masih intens berhubungan denganku. yang lain ya jarang-jarang lah. sesekali saja ada telepon masuk, dan aku tau. paling itu modal gratisan. hmm? masa aku di inget kalo ada gratisan aja jal? masih mending lah daripada kau yang tidak modal sama sekali.

dulu kemana-mana bareng, dari makan siang sampai makan malam. sekarang mengunjungi kota tempat tinggal masing-masing saja tidak mampir. bahkan satu kota saja tidak pernah bertemu.
tidak tau teman kuliahku nanti, ah paling juga sama. nanti kalau sudah berkutat dengan kehidupan baru masing-masing ya do sibuk dewe-dewe.
sudah berganti dimensi waktu perlahan sahabat hilang satu-persatu. tertinggal satu-persatu di stasiun yang kita lewati. entah kemana.
terus apa dong sahabat sejati? kalau dari namanya saja sejati, berarti kan ya selamanya ya? berarti yang ada hanya teman. masa ada bekas sahabat? ya nggak lah.
terus berarti ya teman, yang menemaniku melewati dimensi waktu yang perlahan terus berganti. dan berganti pula teman yang menemaniku. kecuali sahabat sejati

tapi aku beruntung Allah mempertemukan aku dengan kalian. yang senantiasa mengingatkan aku ketika datang khilafku. dan mensuport aku ketika datang malasku. dan siapapun yang akan menemani kita melewati waktu demi waktu. semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada-Nya. dan dijauhkan dari orang-orang yang yang menjauhkan kita dari-Nya. ingat Al-Ashr

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Minggu, 10 April 2011

Enterpreneur Muda

Saya dan my twin memang hoby berjualan. Jualan apa saja, ya kalau ada yang pesan dan membutuhkan. Mulai dari Pulsa, Pakaian, sampai Makanan sekalipun. Tapi ternyata usaha saya belum bisa disebut wirausaha. Ya, saya belum bisa disebut Enterpreneur Muda. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yang saya garis bawahi adalah mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup satu bulan tanpa suntikan dana dari orang tua.
Saya baru bisa berdagang, baru bisa berjualan.
Bahkan profit yang saya hasilkan paling-paling hanya bisa menopang kebutuhan saya selama satu minggu, pun itu hanya makan.
Tidak untuk yang lain-lainnya. Pernah saya punya ide gila sama teman-teman. Mau buka lapangan futsal. Prospeknya bagus, saingan baru satu. Anak muda disini banyak, bapak-bapak kantoran juga sekarang hoby futsal.
Kalo saya anaknya miliarder sih mau-mau saja patungan 250jt. Haha
Ah yang penting sekarang usaha, tidak usah memikirkan laba/rugi dulu.
Ini proses yang harus dijalani mungkin, ya kalaupun tidak progress-progress ya disyukuri saja. Mungkin belum waktunya

Kamis, 07 April 2011

Mblaur

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang terlalu cemas memikirkan yang akan datang, saya cenderung hidup pada hari ini. terkadang kalau lagi sharing sama temen-temen atau lagi membuat proposal hidup, Lagi-lagi saya terperanjat hebat kalau membuka kalender. sudah bulan April. sudah setengah semester juga saya menjalani semester ini. ya begini ini kalau tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kuliah sudah semester 4 bahkan membuat neraca masih sering belum balance.

Pilihannya melanjutkan studi ke jurusan yang sama atau mau menjadi bagian dari pembentuk karakter bangsa yaitu menjadi pendidik. ah tapi saya tidak ada sense sama sekali. yang jelas saya tak mau terus-terusan membebani pundak orangtua karena saya belum mandiri.

Entahlah, belum ada rencana untuk kedepannya, lha saya sendiri belum ngerasain "feel"nya si. kesana pengen kesitu pengen, tapi mau tidak mau tahun depan saya harus angkat kaki dari sini.
sebenarnya si saya nggak pingin sih kayak orang kebanyakan, merantau cari ilmu.. pulang kampung... cari kerja... hah sepertinya kehidupan dari jaman nenek moyang seperti itu melulu. bahkan tidak sedikit yang menambah-nambahi beban negara saja, menjadi pengangguran berpendidikan.boro-boro menjadi bagian dari solusi, malah-malah menambah masalah yang sudah ada. kadang saya juga takut hanya menambah-nambahi angka itu dan menjadi bagian dari permasalahan bangsa. ada satu tipe lagi nih, yang membuat bangsa kita ini semakin miskin karena uangnya habis digunakan untuk membayar para karyawannya atau biasanya si orang-orang pada menyebutnya PNS. ribuan orang menginginkan ada disana. dengan alasan jaminan masa depan nyaman lah dan sebagainya. dan bahkan orangtua saya juga menginginkan anaknya disana.
Wallahu'alambishowab

Selasa, 08 Maret 2011

Terimakasih untuk Dukungan Tanpa Syarat Ini, Dear

Terkadang saya merasa senang kalau direpotkan orang. mungkin karena tiba-tiba muncul perasaan merasa dihargai dan "dianggap" keberadaannya. atau mungkin ini hanya perasaan saya saja. tapi sungguh, saya merasa senang jika saya bisa membatnya merasa senang. siapapun itu. selama saya menyanginya, mungkin sebagai sebuah bentuk apresiasi saya, atau apalah itu namanya.
Apapun bentuk apresiasi yang saya berikan, entah itu berbentuk materi, tenaga, pikiran, atau mungkin hanya sekedar kata-kata penghibur yang tak berbentuk dan tak sarat makna.
Lain orang lain persepsi, ya memang kacamata ukuran kita mengukur sesuatu hal tidaklah sama, barangkali saya merasa seperti ini. tapi mana saya tau perasaan orang lain ketika saya merepotkannnya. Bagaimanapun, saya hanya hanya ingin mengatakan "terimakasih untuk dukungan tanpa syarat ini, dear" :-)

Jumat, 04 Maret 2011

Impian Mamah

bukan mobil mewah
ataupun rumah mewah
karangan mblarah-mblarah
yang Mamah tunggu panggilan Illahi
untuk segera ke Baitullah, Rumah Allah
menunaikan rukun Islam yang ke-5

*)Selalu ku kirimkan do'a untukmu Bunda

Jumat, 25 Februari 2011

Namun kau Tetap Tabah

Ya, ini masih masalah teknis yang belum terselesaikan. segala yang sudah di ikhtiar masih belum membuahkan hasil yang signifikan. masih saja aku belum MERDEKA. masih saja jadi peminta-minta. ya, masih saja aku belum sanggup.
Ketika keikhlasan itu di uji, mungkin apa yang engkau berikan kepada orang lain tidak dihargai olehnya, bahkan di caci maki. lha kok jadi nggak nyambung?
Bagaimana bisa? kau bertahan dengan situasi seperti itu? aku tau karena yang kau harapkan bukan sekedar pengakuan orang lain atau sekedar materi belaka. ada yang jauh lebih dari itu, kehidupan yang belum pernah kita tau seperti apa nantinya. karena bahkan kita tidak tau apakah ikhtiar kita diterima Allah atau tidak.
Meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia.Rindu hanya tinggallah rindu, anakmu kini menanggung beban.

Sabtu, 01 Januari 2011

31 Desember 2010

Sore kemarin angin begitu kencang berhembus dari kejauhan, Membuat keseimbanganku hampir-hampir goyah
tapi tak menyurutkan langkah demi langkah yang sudah kadung kutapaki.
Aku menemukan sesuatu yang baru disini,
sejauh kulayangkan pandangan yang telihat hanyalah hamparan sawah yang sudah mulai menguning, mungkin sebentar lagi panen.
sepertinya aku mulai jatuh cinta dengan desa ini.
hingga malam menjelang, kulanjutkan perjalanan melihat keadaan sekitar.
mungkin sudah beberapa kali aku ke tempat ini, masih saja terasa sungkan.
beberapa muda-mudi terlihat disini, tak mau kalah suami-istri dan anak-anaknyapun memenuhi tempat yang biasa disebut alun-alun.
Apa ini yang disebut perayaan? Semeriah inikah penyambutan datangnya tahun baru?
Langit malam ini bersahabat denganku, tak ada hujan yang biasanya Ia turunkan sore hari. tak ada yang membuatku basah kuyup.
Tapi juga tak ada bintang malam ini, nanti kalau sudah muncul cahaya di langit-Nya.
akan ku petikkan satu. dan kubagi cahayanya untukmu. kuuraikan satu persatu.
Kenapa mudah sekali hati ini terbolak-balik, aku ingin memaki diriku sendiri.
ku harap hanyalah emosi sesaat remaja labil yang belum stabil.

Rabu, 22 Desember 2010

Happy Mother Mom

Berbicara tentang Ibu, tak henti-hentinya ku kirimkan do'a untuk beliau.
Beliau adalah sesosok manusia sempurna bagiku, beliaulah yang selalu membuatku 'mau belajar'
Aku mencintainya genap dengan segala kekurangan beliau.
Aku mencintainya genap dengan segala cinta kasih yang beliau ajarkan kepada kami anak-anaknya.
Aku mencintainya genap dengan segala keindahan rasa kasih sayang-Nya.
Aku mencintainya, karenaNya.

Selamat hari ibu, Mom. *I LOVE YOU*

Terimakasih tuhan, izinkan kami bersama walau raga kami terpisah jauh.
Lindungilah kami sekeluarga dari api neraka-Mu.
Izinkan kami bersama, di dunia juga akhirat-Mu.

Semoga sisa kebersamaan kami manfaat juga barokah.

Ngomong-ngomong aku udah pantes belum ??? hehehe


Senin, 20 Desember 2010

Untitle Part I

Saya alami fase yang tidak mudah (lagi).

Hanya bisa memendam saja, menduga-duga, mengendalikan, juga menjaganya.

Satu kondisi dimana saya hanya bisa mengadukannya pada-Mu.

Memberiku keraguan tak terakhiri.

Kamis, 11 November 2010

Pilih yang Mana ???

Saya kesal dengan salah satu acara di salah satu stasiun televisi,
mungkin anda juga tau
itu lho acara yang main tebak-tebakan tirai
mau tirai satu atau kotak warna merah?
Ya kira-kira seperti itulah
bukan kenapa-kenapa sebenarnya
seperti itu menurut saya membentuk mindset yang salah di masyarakat
kalau yang menonton orang dewasa yang mindsetnya sudah keliru kan malah semakin memperkeruh saja
apalagi kalau yang menonton anak kecil, duh kacau!
Memangnya ada? Kekayaan yang di dapat secara instant seperti itu?
Yang di tawarkan adalah abstrak karena tidak mungkin terjadi di dunia kenyataan
kecuali Allah memang sedang memberi rezeki dari arah yang tidak di duga-duga
toh juga tidak seperti itu saya kira,
acara seperti hanya akan membentuk peterpan-peterpan dan cinderella-cinderella
duh hidup itu tidak semudah itu bung..

Maaf jika ada pihak yang merasa tersakiti,
tapi saya punya pesen mbok ya kalau mengkonsep acara itu yang sekiranya bermanfaat untuk menciptakan Indonesia Emas
saya yakin, kalau semua orang turut berkontribusi Kemenangan Indonesia saya kira bukan hanya wacana dan mimpi belaka.
*believe it*

Rabu, 10 November 2010

Sekecil Apapun Itu

Tak henti-hentinya saya selalu berdo'a untuk keselamatan saudara-saudaraku di Jogja.

Baru akhir bulan lalu saya menuliskan tentang sudah sampainya abu vulkanik Merapi ke ko ta, tapi akibat meletusnya Merapi(lagi) pada jumat, 5 November kemarin lebih dari abu, bahkan pasir, kerikil kecil dan lahar dingin sudah masuk ke kota.
Bahkan lebih dari itu, pengungsi kini ada disana-sini.

Siapa yang tidak prihatin mendengar Indonesi tak henti-hentinya menerima ujian yang bertubi-tubi seperti ini? Tapi yakinlah kawan, berarti Allah percaya bahwasannya kita pasti mampu untuk melaluinya. Karena Dia tak akan memberi cobaan di atas kemampuan hambaNya.

Hati siapa yang tidak tersentuh?
Saya bahagia, saudara-saudara saya di belahan bumi lain juga bergerak untuk setidaknya meringankan beban mereka.
Bahkan sampai saudara-saudara saya yang berada di luar negripun menggalang dana. Percayalah, sebera kecilpun itu pasti akan di ganjar berlipat-lipat olehNya. Asal ikhlas,

oh Allah berikanlah keberkahan bagi saudara-saudaraku yang sudah tergerak hatinya,
semoga lebih banyak lagi hati-hati yang tergerak,
ini bukan hanya tugas pemerintah, ini tugas kita. Mari bahu membahu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Di Jogja, Mentawai, Wasior.

Semoga Allah menyertai selalu relawan yang masih bertahan sampai saat ini.
Saya salut, dan saya memberi penghargaan yang setinggi-tinginya pada mereka.
Semoga Allah menempatkan mereka yang gugur di JannahNya... Amiin...

Sabtu, 11 September 2010

Nelangsa

Sudah nelpon kalo ada GRATISAN ato LUWIHAN TM doank...

Ditambah lagi, kelalen mau sms ucapan lebaran katanya...
Padahal moment spesial...

Sepele sih sebenernya...

Aku jadi terharu, ho ho tapi bukan karena merasa bahagia...
Tapi karena merasa tidak dianggap...


Berasa di campakan dan di lupakan..

Ya sudahlah, ojo lebay deh li...

Eh tapi sungguh, aku jadi gimana gt...

Oiya ditambah lagi liat foto kayak gt...

Hii..

Uh rasa kecewa semakin berkecamuk di dalam sana...

Sudah dulu curhatnya, bye...

Senin, 30 Agustus 2010

Dilema.. Sebenernya.. Tapi..

3 panggilan tak terjawab
tiba-tiba muncul di layar hp bututku
nomer baru, tapi kayaknya tidak asing deh..
Hmm, sepertinya nomer ibu kos
Duh iya bener
Ada apa ya?

"matane ibune mbrambang nek mau"

"lha terus pie mbok? Aq ra kepenak banget ki. Po ra sido pindah wae?"

"wah pie nek? Kok dadi ngono. Aku yo mesakke mbek ibune tapi aku luwih mesakke mbek wong tuaku"

"iyo tapi.."

kami semua sekost, berlima memang sudah berniat mau ngontrak tahun ini..
survey sudah kami lakukan berkali-kali..
menyusuri komplek ke komple mencari kontrakan rumah..
Alasannya klasik, masih seputar uang..
Kami merasa, kalau harga kos yang 1,4 jt itu terlalu mahal..
Mungkin biasa aja harga segitu menurut orang lain, tapi bagi kami yang tidak mau terlalu berat membebani orang tua soal biaya kuliah.. Itu terlalu mahal..
Akhirnya kami menemukan rumah yang dirasa 'pas'..
Kami sudah membayar uang sewa sebesar 3jt/th..

Tapi sekarang aku malah merasa gamang.
Di satu sisi aku merasa tidak enak(rikuh) sama ibu kost.
Karena kami pindah, otomatis kost jadi kosong, padahal MaBa taun ini akan menetap di Rusunawa.
Di sisi lain, aku juga ingin menekan pengeluaran sekecil mungkin.

Oh Allah, hamba bener-bener bingung.
Gimana kalau nanti ga betah?
Gimana kalau malah ga aman?
Gimana kalau listrik konslete?
Dan gimana, gimana, gimana?

Bismillah, insya Allah semuanya baik-baik saja...