Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Awas "OPINI PALSU MEDIA MASSA"

ingin tahu Bagaimana Media itu di setting?
Jaman sekarang benar-benar harus ekstra hati-hati dalam memilih tontonan, banyak berita yang dikeluarkan oleh media ternyata disanksikan kebenarannya.. pertama saya hanya heran sama Met*o TV dan pernah membaca artikel seorang Kompasianer yang sedikit, maaf "mengejek" rakyat Indonesia yang dinilai aneh dengan gerakan Save Egypt. kasus di Mesir yang sudah jelas-jelas Militer Mesir melakukan kudeta, membabi buta menyerang rakyatnya yang pro Mursi. disini jujur saja saya atas nama Islam, ikut serta mendukung aksi teman-teman yang berusaha menyelamatkan saudara se-iman kita. saya atas nama Islam, turut prihatin dengan terlukanya saudara seiman kami. saya pikir hanya mengiyakan saja mereka itu anti islam, tidak recomended untuk saya yang notabene seorang muslim.

Baru-baru ini saya mengikuti kultwit yang disampaikan @TrioMacan2000 yang memuat opini mereka mengenai sosok "Jokowi yang sebenarnya" pada awalnya saya benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka katakan karena saya termasuk orang yang sudah terlanjur kagum dengan sosok beliau yang nampak di Media Massa. tapi taukah teman-teman

masa sih ternyata  itu hanya PENCITRAAN? Wallahu'alam Bishowab..


Silahkan baca, renungi dan pahami  :

"THE UNTOLD STORY: DIBALIK STRATEGI & PECITRAAN JOKOWI-AHOK" By @TrioMacan2000

 

"STRATEGI JOKOWI CS MENJADIKAN DKI-1 SEBAGAI BATU LONCATAN MENUJU RI-1" BY @TrioMacan2000

 

 "MENGANALISA DAN MENGUJI EFEKTIFITAS BLUSUKAN VS KINERJA" BY @TrioMacan2000

 

"TERBUKTINYA INFO-INFO TWIT MENGENAI 'STRATEGI' JOKOWI MERAIH POPULARITAS" BY @TrioMacan2000

 

 "BENARKAH JOKOWI SEFENOMENAL YANG DIBERITAKAN MEDIA?" BY @TrioMacan2000

 

Membuat Anda melihat “Penjahat” seperti Pahlawan, mencetak boneka pemimpin dunia baru dengan menjadikannya seakan-akan Nabi. Waspadalah….  Image taken by Kompasiana


 

PERHATIAN : POSTINGAN INI BUKAN BERMAKSUD MEMBENARKAN KULTWIT DARI AKUN TERSEBUT. SAYA HANYA MEMBERI TAHU REKAN-REKAN BAHWA "JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA APA YANG DIKATAKAN MEDIA MASSA"

Senin, 17 Juni 2013

Menyikapi Kenaikan BBM

beberapa hari ini saya disuguhkan media massa mengenai isu rencana kenaikan harga BBM, apa alasan pemerintah menaikkan harga BBM?
1. ada elit politik yang berpendapat bahwa kenaikan ini disebabkan oleh subsidi yang salah sasaran. katanya, kalau BBM naik nanti anggarannya mau dialihkan untuk subsidi yang lebih tepat.
2. ada juga elit politik yang katanya membela rakyat, BBM naik nanti rakyat menderita. pemerintah disalahakan karena dianggap tidak becus dalam menggunakan anggaran dan dalam mengelola sumber daya alam. padahal kita adalah negara yang termasuk kedalam negara yang mempunyai sumber daya alam yang terkaya, KATANYA.

kalau anda pilih mana?

saya setuju semuaaa, saya setuju saja BBM naik, silahkan pak SBY, i'm oke, so what, selama niat pemerintah yang katanya mau memperbaiki cara dalam memprotek rakyat miskin.
saya setuju juga kalau pemerintah memang tidak becus, eh maaf maksud saya bukan pemerintah, tapi KITA. kita tidak bisa mengelola sumber daya alam kita dengan baik.
solusinya apa dari kedua opsi tersebut? opsi pertama menghadirkan solusi subsidi yang katanya belum tepat sasaran akan di alihkan kepada program yang lebih tepat sasaran.
opsi kedua solusinya ada, tapi mungkin belum bisa langsung dipraktekan, butuh proses.


Sabtu, 24 November 2012

I see you, Malang

udah sering sih ngerencanain tour dari jaman masih kuliah sampe udah lulus belum kesampean juga.
ya akhirnya mimpi saya untuk melihat kota itu terwujud, dari rejeki yang tak disangka-sangka.
tapi sayangnya enggak punya media buat narsisme, karena secara hp saya masih sekelas stupid phone yang cuma bisa sms ama telepon doank dan kamera juga belum punya
enggak apa-apa deh, disyukurin aja. kan masih bisa di rekam di memori sendiri.
jujur saya akui emang kurang asyik juga pergi enggak ama temen, ya temennya orang tua semua #hihi
mau ngapa-ngapa juga kurang enjoy karena sedikit rikuh *hihi jaim aliasnya.
perjalanan via darat dengan menggunakan bus pariwisata kurang lebih selama 17 belas jam saudara-saudara,  jauh juga ya dua kali lipat ke Jakarta buuk
Pagi-pagi melihat sunrise dari puncak gunung apa ya namanya tapi bukan Bromo, indah sekali pemandangannya.. Subhanallah... dan udaranya... Brr dingiiin...
kemudian dilanjutkan ke Bromo, naik mobil jip angkutan lokal yang harus mengantri lumayan lama karena banyak sekali wisatawan yang dateng. pas long weekend sih
jalan kaki, naik gunung dan pada enggak kuat akhirnya pada naik kuda
saya kuat donk, sampe sendalnya patah.
kira-kira kurang lebih pictnya seperti ini

Image taken by google
destinasi selanjutnya ke kebun apel, memetik kemudian dibawa pulang bayar dulu donk
terus ke BNS Batu Night Spektakuler, seru sih isinya wahana permainan mirip dufan. tapi nggak serunya nggak ada patner buat nyoba wahana-wahana itu.
hari berikutnya ke Taman Safari II di Prigen, Pasuruan.
seru sih, tapi namanya tante-tante ya nggak begitu suka ke wisata macam begitu. hihi
pulangnya shopping dan mampir Suramadu.
Alhamdulillah

Selasa, 30 Oktober 2012

Konser

Nonton konser mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang enggak penting. ya emang enggak penting siihh. teruuss?? terus ya enggak kenape-kenape. tapi nonton konser juga tidak selalu berbau anarkis atau identik dengan minuman keras dan obat-obatan kok.
kadang keliatan gimana gitu, perempuan berjilbab kok nonton konser?? suka sedih juga kalo ada yang memandang begitu. hiks :'(
Tapi ya nonton konser ituuuh ya buat hiburan aja, kalo ngedengerin lagsung kan lebih PUAASSS gituuu kali ya. buat aku ya cuma sekedar melupakan sejenak beban-beban pikiran yang ada.
kalau bukan Sheila On 7 juga nggak bakalan mau saya mau-maunya berdesak-desakan hanya untuk mendengarkan lagu dari penyanyi atau band favorit. tapi berhubung saya itu sheila gank yang tidak terdaftar. hahaha ya mau-mau aja saya dalam kerumunan orang kepanasan. huuuuhh
sudah tiga kali saya nonton konser, yang pertama di Purwokerto, konser SO7 gratis di Alun-alun.
terus yang kedua pas 16th anniversarinya SO7 di Grand Pasific Jogja dekat tiket festival yang agak mahal (buat saya) yaitu sebesar Rp. 60.000.



dan yang terakhir kemarin di GOR UNY, dengan tiket seharga Rp. 7500. niatnya udah ga nonton, karena beli tiket on the spot Rp 20.000, *kan mending buat beli jilbab paris udah dapet dua (haha). ini karena temen saya ga jadi berangkat dan tiketnya di ganti saya dengan separo harga.

Sabtu, 14 Mei 2011

Kebijakan oh Kebijakan

Hey Bung. Mereka juga butuh makan. usahlah kau usir mereka Apa agar kau di anggap berprestasi?? tapi seenak perutmu sendiri kau buat mereka kelaparan

Apapun alasannya pokoknya saya tetap tidak setuju. dan saya termasuk orang-orang yang menentang keras itu para Pamong Praja yang seenak jidat mereka merampas hak orang lain. bukannya kebijakan itu di buat untuk kemakmuaran rakyatnya??? lantas dampak apa yang diberikan oleh keindahan tak bermakna seperti itu. kalau hanya menginginkan piala adipura. tapi rakyatmu mati kelaparan.
buat apa tata letak kota indah tapi untuk membeli satu helai kain saja rakyatmu tergopoh-gopoh kesusahan???
buat apa???
nanti kalau mereka menjadi pengemis jalanan kau usir juga.
hey, mereka itu bukan sampah masyarakat. saya akui mereka orang-orang hebat malah. lha gimana nggak hebat???
dulu waktu masih muda kau rampas hak mereka mengenyam pendidikan, ya karena apalagi kalau bukan karena kebijakanmu yang membuat mereka tak bisa membayar mahalnya biaya pendidikan di negeri sendiri. akhirya mereka untuk memutuskan mencari penghidupan dengan cara mereka sendiri. dan kau masih menganggap salah???

mereka itu manusia-manusia merdeka, karena tidak menggantungkan diri kepada orang lain.
memangnya kau mampu menyediakan mereka lapangan pekerjaan???
toh katanya di negeri ini yang bisa berkecimpung di dunia keja juga orang-ornag yang berpendidikan. dulu kau sudah merampas hak mereka bukan???
hak untuk mendapat pendidikan. dan sekarang kau rampas lagi hak mereka untuk hidup layak? ah miris sekali negeriku.

mbok ya kalau membuat kebijakan itu dipikir dulu. di analisis dulu. perekonomian rakyat sendiri dimatikan. nah sementara Mcd, Breadtalk, KFC, J-CO dan apa lah itu lain-lainya. kau dengan tangan lapang menerima mereka masuk. bahkan kau kira kalau sebuah kota tidak ada makanan seperti itu belum dikatakan maju. kalau seperti ini siapa yang bisa disalahkan???
mungkin PKL-PKL itu untuk menyewa kios saja tak mampu bung. makanya mereka berjualan sedapatnya tempat.
menurut saya selama tidak menggangu-menggangu amat. dipikirkan dulu manfaat dan mudhorotnya Bung,

kalau tidak punya solusi ya tidak usahlah kalian bertindak dengan alibi "ini sudah peraturan, sudah ada undang-undangnya"
peraturan itu kalau tidak baik tidak usah dipatuhi kali Bung, wong peraturan dibuat agar oarnag lain merasa nyaman dan mendapat hak mereka kok.

Contohnya saja nih di Sunmor (Sunday Morning) yang letaknya di Lembah UGM dan bukanya kalau minggu pagi. seperti ini nih baru namanya solusi. Pasar Minggu pagi ini biasanya jam 5 pagi PKL-PKL yang berjualan sudah mendasarkan dagangan mereka. Masyarakat Jogja juga sekali berbelanja disini, mungkin karena harganya relatif murah dan banyak piliha.
atau sepanjang jalanan di Malioboro, bukankan PKL-PKL yang membuat karakter Jogja kuat dengan Kesederhanaanya? malah mereka yang membuat suasana Malioboro menjadi hidup. Apa Sri Sultan mengusir mereka? Apa Jogja masih kurang berprestasi? dengan memberikan hak-hak rakyat kecil bukankah tidak menghalangi Jogja mengukir prestasi?

jadi Bung, Indah tidak sama dengan penggusuran

Kamis, 07 April 2011

Mblaur

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang terlalu cemas memikirkan yang akan datang, saya cenderung hidup pada hari ini. terkadang kalau lagi sharing sama temen-temen atau lagi membuat proposal hidup, Lagi-lagi saya terperanjat hebat kalau membuka kalender. sudah bulan April. sudah setengah semester juga saya menjalani semester ini. ya begini ini kalau tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kuliah sudah semester 4 bahkan membuat neraca masih sering belum balance.

Pilihannya melanjutkan studi ke jurusan yang sama atau mau menjadi bagian dari pembentuk karakter bangsa yaitu menjadi pendidik. ah tapi saya tidak ada sense sama sekali. yang jelas saya tak mau terus-terusan membebani pundak orangtua karena saya belum mandiri.

Entahlah, belum ada rencana untuk kedepannya, lha saya sendiri belum ngerasain "feel"nya si. kesana pengen kesitu pengen, tapi mau tidak mau tahun depan saya harus angkat kaki dari sini.
sebenarnya si saya nggak pingin sih kayak orang kebanyakan, merantau cari ilmu.. pulang kampung... cari kerja... hah sepertinya kehidupan dari jaman nenek moyang seperti itu melulu. bahkan tidak sedikit yang menambah-nambahi beban negara saja, menjadi pengangguran berpendidikan.boro-boro menjadi bagian dari solusi, malah-malah menambah masalah yang sudah ada. kadang saya juga takut hanya menambah-nambahi angka itu dan menjadi bagian dari permasalahan bangsa. ada satu tipe lagi nih, yang membuat bangsa kita ini semakin miskin karena uangnya habis digunakan untuk membayar para karyawannya atau biasanya si orang-orang pada menyebutnya PNS. ribuan orang menginginkan ada disana. dengan alasan jaminan masa depan nyaman lah dan sebagainya. dan bahkan orangtua saya juga menginginkan anaknya disana.
Wallahu'alambishowab

Selasa, 07 Desember 2010

Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab Sosial

Sudah menjadi sorotan di berbagai media masa tentang pembolosan sidang yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seharusnya sanksi moral yang dilakukan oleh media masa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan mengumumkan nama-nama yang sering mangkir dalam persidangan adalah lebih dari cukup. Tetapi hal semacam itu sama sekali tidak membuat mereka jera, bahkan terjadi penurunan pada setiap masa sidang.

Lantas mengapa dulu mereka menginginkan menjadi anggota DPR kalau ketika sudah menjabat mereka membohongi diri mereka sendiri, partai yang sudah membawa nama mereka juga rakyat yang sudah memberi kepercayaan? Kalau pada pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) saja mereka tidak hadir, bagaimana mereka bisa menyalurkan aspirasi rakyatnya? Kalaupun mengahadiri sidang yang mereka lakukan adalah saling sindir ketika mengemukakan pendapat, berbicara dengan orang lain melalui telepon seluler, membaca koran, ada juga yang tidur. Bahkan ketika mereka berpendapat, pendapat mereka yang seringkali mengedepankan emosi, kepentingan pribadi maupun golongan. Itu mungkin karena sebagai politisi, mereka tidak berangkat dari bawah. Yang membuat mereka bermental seperti itu, karena mereka tidak pernah merasakan perjuangan yang sesungguhnya.

Sayang gaji yang kita bayarkan kepada mereka, sayang juga konsumsi yang sudah disediadakan hanya menjadi santapan kucing. Ironis sekali, keadaan rakyat Indonesia malah sebaliknya. Ada yang kelaparan di jalanan, mengharap belas kasihan orang lain. Ketika diajukan sanksi dengan pemotongan gaji bagi yang membolos, mereka marah.

Ada yang lebih parah lagi. Wakil rakyat yang lebih tidak bertanggung jawab, bersikap tidak profesional dengan mengambil yang seharusnya bukan menjadi hak mereka. Memasukan nominal yang tidak sedikit pada rekening masing-masing. Padahal itu uang negara, uang rakyat!

Kemanakah rasa tanggung jawab mereka? Karya nyata tangan mereka seharusnya menjadi bukti, bukan hanya sekedar omong kosong belaka ketika berkampanye.

Seharusnya para anggota DPR yang sering membolos sadar betapa besarnya amanah yang mereka emban di pundak mereka. Untuk apa mereka ada di kursi-kursi dan ruangan mewah. Lalu bagaimana seharusnya yang harus dilakukan? Mungkin dengan penyeleksian secara ketat dalam partai-partai. Kader-kader harus digembleng sebelum mereka diajukan menjadi “calon wakil rakyat”. Harus benar-benar fair, mereka yang tidak layak menjadi wakil rakyat ya seharusnya tidak di ajukan sebagai calon wakil rakyat. Hanya yang kompeten saja yang bisa di ajukan. Rakyat juga harus pintar dalam memilih wakilnya, melihat kredibilitas mereka secara seksama. Menilai trackrecord calon wakilnya selama dia menjabat. Tidak asal tanpa berpikir untuk kedepannya.

“Bukan membolos, bisa jadi ada tugas lain ketika tidak bisa hadir dalam persidangan”. Alasan seperti itu mungkin bisa diterima jika sesekali, dua atau tiga kali. Nah kalau setiap persidangan tidak hadir itu yang perlu dipertanyakan. Presensi bahkan sering memenuhi kuorum, tapi jumlah fisik yang hadir dan bertahan sampai akhir hanya segelintir saja. Pun mereka tidak merasa berada untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, sebagai tugas utama wakil rakyat. Mereka seperti berada dalam taman kanak-kanak dan seperti tidak pernah di ajarkan sopan santun ketika pendapat mereka tidak diterima, atau tidak diberi kesempatan mengemukakan pendapat.

Andai saja mereka menyadari kemudian membelalakan mata hati mereka lebar-lebar, melihat dengan mata telanjang. Bukan karena kepentingan pribadi maupun golongan. Mencermati apa yang di butuhkan untuk kesejahteraan rakyat, kemudian membuat kebijakan untuk itu dengan mengajukan dalam forum-forum dan merealisasikannya dengan langkah-langkah nyata. Ingatlah rakyat yang mengaharapkan keadilan di negeri ini. Semua itu bisa terwujud seandainya para anggota DPR disiplin dan bertanggung-jawab dalam melaksanakan tugas-tugas mereka, bersatupadu bersama-sama.

Tapi yang terjadi dalam kenyataan adalah sangat jauh dari idealnya. Hasilnya ya seperti sekarang ini. Peraturan yang ada di negara kita seperti pisau yang tumpul di atas dan semakin ke bawah semakin tajam. Ketika para pemimpin melakukan pelanggaran entah para pembuat peraturan/kebijakan, aparat penegak hukum, pejabat tinggi juga pejabat peradilan. Sanksi yang berlaku tidak dilaksanakan menurut peraturan yang sesungguhnya, konkalikong di sana-sini. Berbeda ketika rakyat jelata yang melakukan pelanggaran, bahkan peraturan di tegakan setegak-tegaknya.

Ada yang salah dengan sistem di negeri kita, bangkitlah negeriku harapan itu masih ada.

Jumat, 03 Desember 2010

Yuk Kita Kembangkan Ekonomi Kerakyatan



















kebanyakan dari remaja jaman sekarang, nggak usah dipungkiri ya.

bangga kalau pakaiannya beli di butik, distro. "import ini, mahal"
yang lain juga memandandang wah.

bangga kalau makannya di KFC, MCD, ato apalah itu namanya.
yang lain juga merasa seneng kalau bisa makan di situ.

sebenernya tau nggak sih??? kalau kita mengkonsumsi barang-barang yang "katanya" di rasa di anggap wah oleh kita keuntungan tidak sepenuhnya dinikmati oleh saudara-saudara kita???

memangnya kalau bisa pake baju distro njuk berubah jadi cantik jadi ganteng po? kebanyakan dari kita, masih menganggap /memandang seseorang dari pakaaian yang dipakainya.
nggak malu ya, padahal duit masih minta-minta nih.

coba bayangkan kalu kita nih, menyetop mengkonsumsi barang-barang yang di stok dari luar negri, trus kita pake deh produk buatan rakyat-rakyat kita.
trus kita perbaiki kualitasnya dengan cara-cara kita sendiri, misal nih yang basic ilmunya fisika bikin batik dengan motif ion-ion atau partikel-partikel. atau yang dari manajemen bisa menunjukan bagaimana manajemen yang baik.

lha kita aja malu sama produk milik kita gimana orang lain mau percaya??

makanya sekarang nggak usah malu deh kalau pakaian kita, beli di toko biasa atau di pasar. nggak usah malu kalo makan growol, getuk, intip, clorot, tiwul, dll. nah yang seperti ini yang seharusnya kita budayakan.
nggak usah takut di cap nggak trendy, nggak fashionable. atau malu di kira miskin? apa malah takut nggak laku-laku?

tenang aja masih banyak generasi seperti saya, yang tidak pernah menilai seseorang dari "MERK" pakaiannya, yang tidak menilai seseorang dari "MERK" makanan yang di konsumsinya. yang penting kan bagaimana dia berusaha mendapat itu semua untuk survive,
bukan apa yang dia gunakan untuk survive.
asalkan caranya halal dan tidak merugikan orang lain, apapun "MERK"nya saya kira lebih mulia. daripada hanya mengedepankan nafsu dan gengsi saja.





















Rabu, 10 November 2010

Sekecil Apapun Itu

Tak henti-hentinya saya selalu berdo'a untuk keselamatan saudara-saudaraku di Jogja.

Baru akhir bulan lalu saya menuliskan tentang sudah sampainya abu vulkanik Merapi ke ko ta, tapi akibat meletusnya Merapi(lagi) pada jumat, 5 November kemarin lebih dari abu, bahkan pasir, kerikil kecil dan lahar dingin sudah masuk ke kota.
Bahkan lebih dari itu, pengungsi kini ada disana-sini.

Siapa yang tidak prihatin mendengar Indonesi tak henti-hentinya menerima ujian yang bertubi-tubi seperti ini? Tapi yakinlah kawan, berarti Allah percaya bahwasannya kita pasti mampu untuk melaluinya. Karena Dia tak akan memberi cobaan di atas kemampuan hambaNya.

Hati siapa yang tidak tersentuh?
Saya bahagia, saudara-saudara saya di belahan bumi lain juga bergerak untuk setidaknya meringankan beban mereka.
Bahkan sampai saudara-saudara saya yang berada di luar negripun menggalang dana. Percayalah, sebera kecilpun itu pasti akan di ganjar berlipat-lipat olehNya. Asal ikhlas,

oh Allah berikanlah keberkahan bagi saudara-saudaraku yang sudah tergerak hatinya,
semoga lebih banyak lagi hati-hati yang tergerak,
ini bukan hanya tugas pemerintah, ini tugas kita. Mari bahu membahu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Di Jogja, Mentawai, Wasior.

Semoga Allah menyertai selalu relawan yang masih bertahan sampai saat ini.
Saya salut, dan saya memberi penghargaan yang setinggi-tinginya pada mereka.
Semoga Allah menempatkan mereka yang gugur di JannahNya... Amiin...

Senin, 25 Oktober 2010

Nabi Sulaiman dan Indonesia


Masalah percaya Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau tidak itu terserah pada pribadi masing-masing, mau percaya dan tidak itu pilihan.
banyak orang yang tidak percaya, tapi saya tidak mau apatis. segala kemungkinan bisa saja terjadi. toh sejarah islam tidak identik dengan timur tengah, buktinya nabi Sulaiman memang satu-satunya nabi yang mempunyai nama yang berawalan Su.
dan nama Su itu iedentik dengan nama orang Jawa.

Masa lalu itu bukan untuk di agung-agungkan dan dilupakan. tapi untuk pembelajaran. karena siapapun yang tidak belajar dari masa lalu pasti akan mengulanginya.

bukti lain seperti yang telah di ungkapkan Fahmi Basya :


Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.
"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).
Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.
Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.
Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.
Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.
Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.
Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).
Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.
Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.
Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam. 

Selasa, 17 Agustus 2010

Sama Seperti 65 Tahun yang Lalu

Ketika para pemuda Indonesia kala itu berhasil merebut kemerdekaan dari tangan kompeni..
65 tahun yang lalu
Ketika Soekarno dan Hatta, mendeklarasikan kemerdekaan negara ini..
Pada saat itu, sama seperti tahun ini.. Berada di bulan yang insya Allah banyak barokahnya..
Artinya apa? Puasa adalah bukan alasan untuk bertindak seperti bulan-bulan biasa..
Puasa adalah momentum.. Yang seharusnya menghasilkan kekuatan Maha Dahsyat..

SELAMAT HUT RI ke-65

semoga negeri kita mampu bangkit dari segala keterpurukan..

Kamis, 22 Juli 2010

7 Friendliest Nations On Earth

Japan

Indonesia

Australia

United Kingdom

Canada

Brazil

USA

data di atas berdasarkan vote dalam www.new7wonders.com

waaahh, indonesia yang terkenal ramah kenapa antar masayarakatnya masih banyak yang anarkis...

eh jangan lupa vote pulau komodo menjadi 7 keajaiban dunia di http://www.new7wonders.com/


Sabtu, 17 Juli 2010

Gamelan Bukan Sekadar Benda Mati


YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Gamelan semestinya tidak dipandang hanya sebagai benda mati yang bisa menghasilkan nada-nada indah, tetapi lebih dari itu gamelan adalah kehidupan yang bisa tumbuh dan berkembang.

"Almarhum Sapto Raharjo pernah mengatakan gamelan bukan sekadar benda mati yang kuno dan usang, yang kemudian dimasukkan ke museum," kata General Manajer Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2010 Setyaji Dewanto pada pembukaan festival ini, di Yogyakarta, Jumat malam.

Ia mengatakan gamelan adalah sebuah semangat kehidupan, sedangkan alat musik yang biasa dimainkan hanya sebagai medium untuk menyalurkan semangat itu. "Walaupun diciptakan sejak berabad-abad lalu, tetapi gamelan dapat hidup selaras dengan zaman," katanya.

Menurut dia, meskipun gamelan dapat menyesuaikan zaman, tetapi ada pakem dari gamelan yang tidak bisa ditinggalkan. "Pakem inilah yang kemudian disebut sebagai ciri kepribadian atau identitas gamelan," katanya.

YGF 2010 digelar pada 16-18 Juli dengan menampilkan 11 peserta dari Indonesia, Perancis, Singapura, dan Amerika Serikat.

Sejak pertama kali digelar pada 1995, YGF telah meluaskan jaringan ke 34 negara.

Pada pembukaan YGF ke-15 ini juga ditampilkan Kelompok Pengrawit Heboh (KPH) X pimpinan Alex Dea dari Amerika Serikat.

oase.kompas.com/read/2010/07/17/06335472/Gamelan.Bukan.Sekadar.Benda.Mati

Kamis, 25 Februari 2010

Ada apa di DEPAG ?

Saat ini di Yogyakarta untuk pergi Haji harus menunggu sekitar 4 tahun setelah membayar uang muka secara cash sebesar 20.000.000 (dua puluh juta)

Yang mendaftar setiap tahun sekitar 200.000 (dua ratus ribu)jamaah

Hitungan pertahun yang bisa saya jabarkan kira-kira begini
200.000 (dua ratus ribu) jamaah X 20.000.000 (dua puluh juta) uang yang disetorkan jamaah = 4.000.000.000.000(Empat triliun)

dana tersebut sudah pasti disimpan di bank & tidak mungkin bank tidak mengedarkan uang tersebut. Nah kalau beredar berarti sudah bisa dipastikan juga, DEPAG Mendapat bunga dari bank.

Katakanlah bunga yang diberikan sebanyak 1% perbulan.

Maka angka dari bunga yang diperoleh adalah 40.000.000.000 (empat puluh miliard)

Itu hitungan bunga perbulan, belum satu tahun. Dalam 1 tahun, ya tinggal di kalikan 12 saja. Sekitar 480.000.000.000 (empat ratus delapan puluh miliard)/tahun

Waow, mengejutkan.



***
PERHATIAN. TULISAN INI TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG, MEMPROTES ATAUPUN MENJATUHKAN NAMA BAIK PIHAK MANAPUN JADI JANGAN MEMENJARAKAN SAYA KARENA TULISAN INI YA... ^ ^

Minggu, 02 Agustus 2009

Garuda di Dadaku

Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
Indonesia

Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya

Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
Indonesia

Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang..

Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
Indonesia

Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya
Jayalah negaraku
Tanah air tercinta
Indonesia raya


16 days before DIGAHAYU INDONESIA 64