Senin, 26 September 2011

Persimpangan

mendadak seperti orang linglung, bingung dan hilang arah.
seperti orang tak punya prinsip, untuk meyakini apa yang diyakininya benar.
seperti orang tak punya visi, untuk menuju apa yang yang menjadi tujuannya.
seperti orang lemah, yang tak punya kekuatan untuk melangkah. bahkan untuk 1 langkah ke depan.
terlalu banyak pertimbangan, terlalu banyak pemikiran. yang bentrok dan akhirnya membuat bobrok.

Two As One


eo jjeo da ireoke neoleul man nasseulka museun in yeon in ji
neol bomyeon bolsu rog gaseumi ttwineun ge i sang hae jyeo
sarangil kka nega neomu joha jyeo duru duru rub
geudaeneun ireon nae mameul algo isseulkka

nalssiga joh eu myeon neo yi son eul jabgo geo lil geod go shipo
bi ga ol ttaemyeon neo yi u san i dwe go shipo
cheo eumiya seol re ineun igi bun la li la la la
malhalkka ireon nae mameul go baeg hae bol kka

ya i ya i ya ijenun muleun shiro
meong deun gaseum an go saneun geon neomu shiro
la la la ijen saranghal goya
nega cham joha neol saranghae

changga e haessali salmyeosi deuleo wa a chimeul bu reul ttaen
nae gwi reul gam ssaneun neo yi mog so lil deud go shipo
dugeun dugeun tteol ryeo oneun igi bun la la la la la
oneuleun ireon nae mameul go baeg hae bol kka

ya i ya i ya ijenun muleun shiro
meong deun gaseum an go saneun geon neomu shiro
la la la ijen saranghal goya
nega cham joha neol saranghae

saranghae saranghae saranghae saranghae
eodu weotdeon nae salme barg eun bi chi dwe eo jul
ba ro geu sa lam neo yeosseu myeon johgesseo

saranghae neo man saranghal goya
ireon nae mam gan jig halgoya yeong weon hi
na do joha neo man ba la bol goya
u li duliseo ha na cheo reom
saranghae saranghae saranghae saranghae

Rabu, 24 Agustus 2011

AWAS Pembalut Berbahaya

Awalnya dari seorang sahabat yang mengeluhkan betapa banyak kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya. apalagi sekarang ditambah harus menambah lagi nominal yang harus dikeluarkan karena sekarang harga pembalut yang harus dibayar bertambah demi mendapatkan pembalut yang AMAN dipakai. Lho emang ada yang nggak aman ya?? ya ada.
Terus yang seperti apa pembalut yang tidak membahayakan kesehatan? kabarnya ada beberapa pembalut yang tidak aman karena berbahan dasar "serbuk kayu" dan tidak menggunakan "kapas asli" juga mengandung dioxin. yang mengakibatkan Kanker Mulut Rahim, Kanker Rahim, Tumor Uterus, Kista, Myom, Toxic



Dioxin adalah nama sebuah zat hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).

Bagaimana Zat Dioxin Bisa Meresap ke Dalam Rahim?
Apabila darah haid jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Pada awalnya, dioxin akan mengenai permukaan vagina/vulva, kemudian diserap ke dalam rahin melalui serviks. Langkah berikutnya adalah masuk ke dalam uterus, tuba fallopi dan berakhir di ovarium deh.

Terus saya mencoba mengetes pembalut yang biasa saya pakai. saya sobek dan kemudian saya ambil kapasnya terus saya masukan kapas ke dalam gelas bening.
saya rendam dan menunggu hasilnya sampai 1 hari 1 malam. dan hasilnya?
Alhamdulillah tidak terjadi apa2 tuh. air masih tetap bening dan kapasnya juga tidak hancur-hancut amat. walau agak sedikit lenyek. tapi menurut saya itu sih efek dari air yang sudah bercampur sekian lamanya.
kalau airnya berubah jadi keruh dan kapasnya hancur disarankan untuk segera mengganti pembalut, karena menurut artikel yang saya baca pembalut seperti itu jelas tidak aman karena menggunakan bahan-bahan seperti pemutih dan sebagainya.
tapi saya masih nggak yakin nih dengan merk pembalut yang biasa saya pakai aman atau tidak.



karena dipikir-pikir ya gimana gitu. dengan harga pembalut yang tergolong murah berbeda jauh dengan merk pembalut yang katanya aman. bisa 10x lipat beda harganya.
ah tapi sih biar aja, saya nggak akan menggantinya karena jujur saja saya nggak kuat dengan harga segitu. duh bisa cengep-cengep saya. ya biarlah, bismillah saja.

Saya jadi bingung lagi dengan penjelasan bagaimana zat dioxin masuk ke dalam rahim. Apabila darah haid jatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Pada awalnya, dioxin akan mengenai permukaan vagina/vulva, kemudian diserap ke dalam rahin melalui serviks. Langkah berikutnya adalah masuk ke dalam uterus, tuba fallopi dan berakhir di ovarium deh.

Setau saya, darah haid juga berbahaya kalau sampai masuk kedalam rahim. jadi tidak hanya dioxin saja yang berbahaya. masih penasaran bagaimana caranya itu zat bahkan bisa sampai ke ovarium. setau saya (lagi) kalau darah haid itu bisa masuk ke rahim jika terjadi kontrakasi. makanya ada larangan untuk berhubungan suami-istri ketika sedang haid. tapi kalau masuknya zat dioxin ini saya tidak tahu.
terus apa yang seharusnya kita lakukan? saya juga tidak tahu. mungkin saya sarankan untuk mengetes pembalut anda dan selanjutnya terserah anda.

Jumat, 19 Agustus 2011

yang Alami dan yang Buatan

Menambahkan tambahan vitamin karena asupan gizi di makanan yang saya konsumsi kadang bikin lemes, ya makalum lah anak kost. biasa makan karbo lauk karbo. mau beli buah dana terbatas. jadi dulu saya adalah konsumen suplemen-suplemen makanan seperti Enervon-C, Cerebrovit, Fatigon dan sebagainya. sampai pada akhirnya memutuskan untuk berhenti mengkonsumsinya karena perut tidak kuat dan mual-mual sehabis minum obat begituan. nampaknya ada yang bermasalah dalam lambungku. terus jatuh sakit dan tidak berdaya sekitar semingguan. tapi belum berhenti benar-benar berhenti, kadang kalau aku harus meminumnya kalau melakukan pekerjaan yang rada berat dan menguras tenaga yang banyak.
Sekarang aku lebih milih menggantinya dengan yang murni saja. seperti Susu, Madu atau Sari Kurma.
ternyata yang alami di perut rasanya lebih adem. cesss

Kamis, 04 Agustus 2011

Marhaban Yaa Ramadhan



Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam3x
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ampunan
Selamat datang Ramadhan, bulan penuh ganjaran

Mari kita menyambut dengan hati gembira
Mari kita menyambut dengan hati bahagia

Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam

Allah jadikan Ramadhan bulan penuh berkah
Allah jadikan Ramadhan bulan penuh rahmah

Perbanyaklah ibadah, jangan lupa dedekah
Perbanyaklah tadarus, jangan lupa shalawat

Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam

Selamat datang bulan yang siang harinya mulia
Selamat datang bulan yang malamnyapun mulia
Nafas dan tidur kitapun mendapat pahala
Dosapun diampuni doapun diterima

Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam
Marhaban Ya Ramadhan Ya Syahrul Syiam



Source: http://liriklaguindonesia.net/h/haddad-alwi/haddad-alwi-feat-anti-marhaban-ya-ramadhan/#ixzz1U1Uo6Sfn

Kamis, 21 Juli 2011

Miss. Irit

Irit itu beda tipis sama pelit? Hah kata sapa, menurut nggak tuh. Jadi, irit ituuuu adalah prinsip.
Jadi irit itu sama sekali tidak sama dengan pelit. Mesti kadang memang karena irit, jadi dibilang pelit.
Sebenernya sih aku sedang melakukan pembelaan aja sih. Hahaha
Gara-gara aku ini mendapat julukan pelit karena prinsip irit yang aku anut.
Sampai-sampai kemarin ada botol frestea dari tanganku malah dicibir “itu punya Lia?” “bukan, ini Santi yang Beli” “hah kirain Lia, nggak mungkin sih soalnya”
Alaamak sampai membeli Air Segar dalam kemasan saja mereka menganggap itu nggak mungkin?? Busseeet dah. Gubrak!!
Sejenak jadi kepikiran sih, apa ya aku segitu ngiritnya aku ya?
Bahkan sempet-sempetnya nih temen aku sampai ada yang membayangkan kalau aku nanti makan sama suami, pasti beli makannya cukup satu porsi. Alasannya klasik, biar romantis. Padahal irit.
Ya ampun ga segitunya kali, wong beli brownies kukus buat masku yang harganya dua hari makanku aja aku nggak keberatan. Huh

Dan akhirnya predikat, pelit, irit, profit oriented, rentenir dan sebagainya sekarang menempel di wajahku. Katanya kalau liat aku hawane keinget utang.
Parahnya nih kemarin waktu salah satu temanku ada yang sakit dan sulit untuk makan nasi karena makannya harus yang halus-halus. Ada yang berpikir aku akan menjadikan ini ladang bisnis.
Yah, mereka nggak tau sih padahal kalau pagi aku sempatkan untuk membelikannya bubur. Dan aku sama sekali tidak meminta ganti kok. Hiks
Tapi ya begitulah, seperti itu sosok aku yang sudah ter”frame” di otak mereka. Mau diapain juga tetap seperti itu. Tapi kadang apa yang dilihat orang lain, itulah sosok kita yang tidak bisa kita lihat sendiri. Misalnya saja melihat telinga sendiri. Sampai kapanpun juga aku tidak mampu melihatnya kecuali lewat cermin. Yang bisa melihatnya ya orang lain.
Huh, seandainya memang dalam hidupku yang terfikirkan olehku hanyalah dunia melulu maka sadarkan aku ya Rabb. “Dunyo ki ra di gowo mati”
Aku ini umat pertengahan, artinya antara dunia dan akhirat itu harus seimbang.

Sabtu, 02 Juli 2011

Jangan Malu Mengakui Identitas Diri

Rasulullah SAW bersabda :
Man’arafa nafsahu daqod ‘araffa rabbahu siapa saja yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Rabb-nya.


Sekilas profil diri saya
1.Nama lengkap Liya Amsaroh, 19 tahun. panggilan dirumah ya tetep Lia sih. Kalau dirumah satunya berubah jadi nenek.
2.Anak kedua dari empat bersaudara laki-laki semua. Nasib punya saudara laki-laki semua *blas ra ono sing peka
3.Tinggi badan -+ 160cm, berat badan 43-48kg *tergantung
4.Golongan Darah : A
5.Berasal dari daerah yang sering dicibir bahasanya aneh,ngapak dan sekitarnya. Tepatnya Cilacap. But aku nggak peduli sih, yang penting bahasaku tidak merugikan pihak manapun. Haha, merugikan dink kadang *berisiknya
6.Mahasiswi akuntansi semester 4 yang belum balance membuat laporan keuangan.

Intro intro, pada initinya bukan itu. Tapi adalah bagaimana kita mencoba mengenali diri kita sehingga kita bisa mengenal Rabb kita.
Jadi alur berpikirnya gini, misal saja sebuah benda. Kita tidak tau bagaimana mengoperasikannya dan merawatnya, bahkan kegunaanya diciptakan. Pasti benda itu akan cepat habis pakai, bahkan sebelum umur ekonomisnya habis. Tapi kalau kita tau, dan menjalankannya sesuai aturan pasti benda itu akan bekerja maksimal dan kualitasnya tetap terjaga.
Sama halnya dengan kita sebagai manusia, kalau kita tau untuk apa kita diciptakan dan kita tau aturan mainnya kita tercipta. Jadilah kita manusia-manusia yang kualitas hidupnya senantiasa terjaga. Kita tau apa-apa saja kelebihan dan kekurangan kita. Pasti kita akan bisa memaknai hidup kita dan memperjuangkan untuk tujuan apa kita tercipta. Yah, semoga saudara-saudara bisa mengambil pelajaran dan tidak putus asa dalam mencari jati diri.
*tulisan ini dibuat karena aku sendiri masih dalam pencarian jatidiri, masih mencoba mengenal dan memahami serta mencoba mengendalikan diri sendiri

Identitas tidak hanya nama, alamat, dan sebagainya. jauh lebih ppenting dan menarik dari iru semua adalah kualitas dan karakter pribadi.

Minggu, 19 Juni 2011

APATIS

adjective
1. acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- terhadap usaha pembangunan Pemerintah

hhmmmmmmmmmmmm kenapa mendadak aku jadi apatis gini ???