Saya dan my twin memang hoby berjualan. Jualan apa saja, ya kalau ada yang pesan dan membutuhkan. Mulai dari Pulsa, Pakaian, sampai Makanan sekalipun. Tapi ternyata usaha saya belum bisa disebut wirausaha. Ya, saya belum bisa disebut Enterpreneur Muda. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yang saya garis bawahi adalah mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup satu bulan tanpa suntikan dana dari orang tua.
Saya baru bisa berdagang, baru bisa berjualan.
Bahkan profit yang saya hasilkan paling-paling hanya bisa menopang kebutuhan saya selama satu minggu, pun itu hanya makan.
Tidak untuk yang lain-lainnya. Pernah saya punya ide gila sama teman-teman. Mau buka lapangan futsal. Prospeknya bagus, saingan baru satu. Anak muda disini banyak, bapak-bapak kantoran juga sekarang hoby futsal.
Kalo saya anaknya miliarder sih mau-mau saja patungan 250jt. Haha
Ah yang penting sekarang usaha, tidak usah memikirkan laba/rugi dulu.
Ini proses yang harus dijalani mungkin, ya kalaupun tidak progress-progress ya disyukuri saja. Mungkin belum waktunya
Minggu, 10 April 2011
Kamis, 07 April 2011
Mblaur
Sebenarnya saya bukan tipe orang yang terlalu cemas memikirkan yang akan datang, saya cenderung hidup pada hari ini. terkadang kalau lagi sharing sama temen-temen atau lagi membuat proposal hidup, Lagi-lagi saya terperanjat hebat kalau membuka kalender. sudah bulan April. sudah setengah semester juga saya menjalani semester ini. ya begini ini kalau tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kuliah sudah semester 4 bahkan membuat neraca masih sering belum balance.
Pilihannya melanjutkan studi ke jurusan yang sama atau mau menjadi bagian dari pembentuk karakter bangsa yaitu menjadi pendidik. ah tapi saya tidak ada sense sama sekali. yang jelas saya tak mau terus-terusan membebani pundak orangtua karena saya belum mandiri.
Entahlah, belum ada rencana untuk kedepannya, lha saya sendiri belum ngerasain "feel"nya si. kesana pengen kesitu pengen, tapi mau tidak mau tahun depan saya harus angkat kaki dari sini.
sebenarnya si saya nggak pingin sih kayak orang kebanyakan, merantau cari ilmu.. pulang kampung... cari kerja... hah sepertinya kehidupan dari jaman nenek moyang seperti itu melulu. bahkan tidak sedikit yang menambah-nambahi beban negara saja, menjadi pengangguran berpendidikan.boro-boro menjadi bagian dari solusi, malah-malah menambah masalah yang sudah ada. kadang saya juga takut hanya menambah-nambahi angka itu dan menjadi bagian dari permasalahan bangsa. ada satu tipe lagi nih, yang membuat bangsa kita ini semakin miskin karena uangnya habis digunakan untuk membayar para karyawannya atau biasanya si orang-orang pada menyebutnya PNS. ribuan orang menginginkan ada disana. dengan alasan jaminan masa depan nyaman lah dan sebagainya. dan bahkan orangtua saya juga menginginkan anaknya disana.
Wallahu'alambishowab
Pilihannya melanjutkan studi ke jurusan yang sama atau mau menjadi bagian dari pembentuk karakter bangsa yaitu menjadi pendidik. ah tapi saya tidak ada sense sama sekali. yang jelas saya tak mau terus-terusan membebani pundak orangtua karena saya belum mandiri.
Entahlah, belum ada rencana untuk kedepannya, lha saya sendiri belum ngerasain "feel"nya si. kesana pengen kesitu pengen, tapi mau tidak mau tahun depan saya harus angkat kaki dari sini.
sebenarnya si saya nggak pingin sih kayak orang kebanyakan, merantau cari ilmu.. pulang kampung... cari kerja... hah sepertinya kehidupan dari jaman nenek moyang seperti itu melulu. bahkan tidak sedikit yang menambah-nambahi beban negara saja, menjadi pengangguran berpendidikan.boro-boro menjadi bagian dari solusi, malah-malah menambah masalah yang sudah ada. kadang saya juga takut hanya menambah-nambahi angka itu dan menjadi bagian dari permasalahan bangsa. ada satu tipe lagi nih, yang membuat bangsa kita ini semakin miskin karena uangnya habis digunakan untuk membayar para karyawannya atau biasanya si orang-orang pada menyebutnya PNS. ribuan orang menginginkan ada disana. dengan alasan jaminan masa depan nyaman lah dan sebagainya. dan bahkan orangtua saya juga menginginkan anaknya disana.
Wallahu'alambishowab
Labels:
carut marut perasaanku,
indonesia,
tentang hidup
Minggu, 03 April 2011
Trendsetter Barang Nggak Penting
Blocknote
Biasanya aku menyebutnya buku diariku. ada beberapa jenis sih sebenarnya, ada yang biasa kubuat mencatat utang teman-teman. sampai-sampai aku dan my twin (Santi Budi Utami) dijuluki debt collector alias rentenir.terus yang biasa kugunakan mencatat notulen dan ilmu-ilmu yang kudapat dari berbagai kajian, diskusi, buku yang ku baca, seminar. ya pokoknya mencatat kata-kata motivasi apapun dan dari manapun.
ada juga yang kugunakan mencatat pengeluaran, (buku kas-ku). maklum lah orang akuntasi semua transaksi dicatat dan dibukukan sedemikian sehingga.
ternyata teman-teman cukup terinspirasi, haha.
beberapa teman-temanku sekarang juga menggunakan buku seperti yang kugunakan.
Syal
Syal yang pertama kubeli adalah syal warna ungu yang berpadu dengan putih. belinya di Malioboro, sebenarnya nggak sengaja. lagi lihat-lihat, waktu itu aku sedang menemani temannya si Em dari UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) yang lagi study tour ke Jogja. eh ngomong-ngomong study tour, pertengahan bulan ini insya Allah aku juga ada visit company ke Semarang.lagi-lagi ada juga yang terinspirasi dengan syal-ku, fungsinya memang bukan buat aksesoris fashion. tapi adalah sebagai penutup muka ketika berkendara dengan sepeda motor. beberapa orang teman juga ada yang cukup terinspirasi dan mengganti slayer penutup muka dengan syal. hehe
Antis
Antis adalah pencuci tangan tanpa air. biasanya kugunakan untuk adem-adem tangan. kan kadar alkoholnya tinggi tuh, jadi adem gitu. haha, nggak mutu.pake antis bukan sok nggaya, sok bersih gitu. padahal yo kalo mau makan nggak mesti pake. ahihi, sekarang teman-temanku juga memakainya. ada beberapa yang memakai versi yang berbeda tapi maknanya sama sih.
Jumat, 11 Maret 2011
Kamarku Kuning Oranye
udah berasa artis aja kayak bedah rumah, haha.karene belum punya istana sesungguhnya, dan adanya istana sempit 2x3,5m yang aku tempati berdua sama Em Naha. kami berdua suka warna yang mungkin tidak banyak orang yang menyukainya. kalau aku suka Oranye, dia suka Kuning.

ini adalah pintu kamar yang hanya bisa ditutup dari dalam, jadi kalau mau nutup dari depan kudu pake gembok deh... hehe :-(

kalau yang ini meja kerjaku, (padahal ga ada mejanya) buat ngerjain tugas dan onlen juga.

rak buku yang satu ini isinya macem-macem, ada buku-buku kuliah, buku bacaaan, kalender, ATK, dan tetek bengeknya.

kalau yang satu ini baru dibuat kemarin-kemarin, kusebut ini mading kamarku. haha mekso.. isinya kata-kata inspiraif, kalender akademik, juga jadwal kuliah

saatnya melepas lelah -_-
ini adalah pintu kamar yang hanya bisa ditutup dari dalam, jadi kalau mau nutup dari depan kudu pake gembok deh... hehe :-(
kalau yang ini meja kerjaku, (padahal ga ada mejanya) buat ngerjain tugas dan onlen juga.
rak buku yang satu ini isinya macem-macem, ada buku-buku kuliah, buku bacaaan, kalender, ATK, dan tetek bengeknya.
kalau yang satu ini baru dibuat kemarin-kemarin, kusebut ini mading kamarku. haha mekso.. isinya kata-kata inspiraif, kalender akademik, juga jadwal kuliah
saatnya melepas lelah -_-
Selasa, 08 Maret 2011
Kota Masa Depan
sudah satu setengah tahun memang, baru pertama kali ini keluargaku mengunjungiku. sebenarnya buatku tidak masalah, sejak masuk kuliah aku sudah terbiasa ngapa-ngapain sendiri. mulai dari ngurus administrasi masuk kuliah, cari kostan, membawa barang-barang dan membelipun sendiri.
waktu itu aku belum mengenal kawan-kawanku hingga sedekat ini.
hari kemarin untuk beberapa urusan bisnis pamanku dan pernikahan sepupuku mereka ke Jogja, kota masa depanku. karena di sini aku ingin tinggal dan menetap menjalani kehidupan yang lebih kompleks dan pasti tidak gampang. walaupun ada beberapa kota imipian lainyya seperti Solo.
walau hanya beberapa menit di rumah yang aku tinggali sekarang, yang biasa ku sebut kontrakan. tapi aku merasa bahagia ibuku dan keluargaku bisa mengunjungi rumah mungil kami. hehe.
hampir seharian kami rampungkan urusan kami masing-masing. beberapa jam sudah kami menghabiskan waktu di rumah klien bisnis pamanku yang sebenarnya masih tergolong saudaraku. saudara jauh. dulu waktu OSPEK selama lebih dari seminggu aku tinggal di rumah beliau. aku pangling, rumahnya sudah berubah. dr.Umi merubah lebih dari 3/4 desain rumah itu, dan untuk urusan inilah pamanku ke sini. untuk membantu beliau merampungkan renovasi rumahnya.
selanjutnya cari bungkus seserahan, untuk mahar dan seserahan pernikahan sepupuku. ya, sebentar lagi Mas Unip (sepupuku) dan Mbak Widia menikah. sekitar bulan April. setelah lebih dari empat tahun. Congratulation
artinya juga cucunya mbah yang paling gede tinggal Mas Yopi aja yang belum menikah. ya semoga kakak kandungku segera didekatkan jodohnya. setelah itu aku nyusul mas, hehe nggak ding.
waktu itu aku belum mengenal kawan-kawanku hingga sedekat ini.
hari kemarin untuk beberapa urusan bisnis pamanku dan pernikahan sepupuku mereka ke Jogja, kota masa depanku. karena di sini aku ingin tinggal dan menetap menjalani kehidupan yang lebih kompleks dan pasti tidak gampang. walaupun ada beberapa kota imipian lainyya seperti Solo.
walau hanya beberapa menit di rumah yang aku tinggali sekarang, yang biasa ku sebut kontrakan. tapi aku merasa bahagia ibuku dan keluargaku bisa mengunjungi rumah mungil kami. hehe.
hampir seharian kami rampungkan urusan kami masing-masing. beberapa jam sudah kami menghabiskan waktu di rumah klien bisnis pamanku yang sebenarnya masih tergolong saudaraku. saudara jauh. dulu waktu OSPEK selama lebih dari seminggu aku tinggal di rumah beliau. aku pangling, rumahnya sudah berubah. dr.Umi merubah lebih dari 3/4 desain rumah itu, dan untuk urusan inilah pamanku ke sini. untuk membantu beliau merampungkan renovasi rumahnya.
selanjutnya cari bungkus seserahan, untuk mahar dan seserahan pernikahan sepupuku. ya, sebentar lagi Mas Unip (sepupuku) dan Mbak Widia menikah. sekitar bulan April. setelah lebih dari empat tahun. Congratulation
artinya juga cucunya mbah yang paling gede tinggal Mas Yopi aja yang belum menikah. ya semoga kakak kandungku segera didekatkan jodohnya. setelah itu aku nyusul mas, hehe nggak ding.
Terimakasih untuk Dukungan Tanpa Syarat Ini, Dear
Terkadang saya merasa senang kalau direpotkan orang. mungkin karena tiba-tiba muncul perasaan merasa dihargai dan "dianggap" keberadaannya. atau mungkin ini hanya perasaan saya saja. tapi sungguh, saya merasa senang jika saya bisa membatnya merasa senang. siapapun itu. selama saya menyanginya, mungkin sebagai sebuah bentuk apresiasi saya, atau apalah itu namanya.
Apapun bentuk apresiasi yang saya berikan, entah itu berbentuk materi, tenaga, pikiran, atau mungkin hanya sekedar kata-kata penghibur yang tak berbentuk dan tak sarat makna.
Lain orang lain persepsi, ya memang kacamata ukuran kita mengukur sesuatu hal tidaklah sama, barangkali saya merasa seperti ini. tapi mana saya tau perasaan orang lain ketika saya merepotkannnya. Bagaimanapun, saya hanya hanya ingin mengatakan "terimakasih untuk dukungan tanpa syarat ini, dear" :-)
Apapun bentuk apresiasi yang saya berikan, entah itu berbentuk materi, tenaga, pikiran, atau mungkin hanya sekedar kata-kata penghibur yang tak berbentuk dan tak sarat makna.
Lain orang lain persepsi, ya memang kacamata ukuran kita mengukur sesuatu hal tidaklah sama, barangkali saya merasa seperti ini. tapi mana saya tau perasaan orang lain ketika saya merepotkannnya. Bagaimanapun, saya hanya hanya ingin mengatakan "terimakasih untuk dukungan tanpa syarat ini, dear" :-)
Berlayar Denganku
hidup ada tuk kita jalani
cobaan bukan tuk ditakuti
cobaan harus kita hadapi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bagai mengarungi lautan lepas
menghadapi ombak badai
pilih perahu tidaklah mudah
kita tentu tak mau tenggelam
perahu ini milik kita
naiklah jangan pernah kau turun
bagai mengarungi lautan lepas
menghadapi ombak badai, menghadapi ombak badai
berlayarlah denganku, bertumpulah di pundakku
bersamaku engkau tak perlu ragu
tatap mataku maka kau kan tahu
semuanya kan baik saja
hidup bukan tuk berdiam diri
hidup ada tuk kita jalani
berlayarlah denganku, bertumpulah di pundakku
tatap mataku maka kau kan tahu
semuanya kan baik saja
# Song Lyrics : Berlayar Denganku
Jumat, 04 Maret 2011
Impian Mamah
bukan mobil mewah
ataupun rumah mewah
karangan mblarah-mblarah
yang Mamah tunggu panggilan Illahi
untuk segera ke Baitullah, Rumah Allah
menunaikan rukun Islam yang ke-5
ataupun rumah mewah
karangan mblarah-mblarah
yang Mamah tunggu panggilan Illahi
untuk segera ke Baitullah, Rumah Allah
menunaikan rukun Islam yang ke-5
*)Selalu ku kirimkan do'a untukmu Bunda
Labels:
carut marut perasaanku,
perhaps,
tentang hidup
Jumat, 25 Februari 2011
Namun kau Tetap Tabah
Ya, ini masih masalah teknis yang belum terselesaikan. segala yang sudah di ikhtiar masih belum membuahkan hasil yang signifikan. masih saja aku belum MERDEKA. masih saja jadi peminta-minta. ya, masih saja aku belum sanggup.
Ketika keikhlasan itu di uji, mungkin apa yang engkau berikan kepada orang lain tidak dihargai olehnya, bahkan di caci maki. lha kok jadi nggak nyambung?
Bagaimana bisa? kau bertahan dengan situasi seperti itu? aku tau karena yang kau harapkan bukan sekedar pengakuan orang lain atau sekedar materi belaka. ada yang jauh lebih dari itu, kehidupan yang belum pernah kita tau seperti apa nantinya. karena bahkan kita tidak tau apakah ikhtiar kita diterima Allah atau tidak.
Meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia.Rindu hanya tinggallah rindu, anakmu kini menanggung beban.
Ketika keikhlasan itu di uji, mungkin apa yang engkau berikan kepada orang lain tidak dihargai olehnya, bahkan di caci maki. lha kok jadi nggak nyambung?
Bagaimana bisa? kau bertahan dengan situasi seperti itu? aku tau karena yang kau harapkan bukan sekedar pengakuan orang lain atau sekedar materi belaka. ada yang jauh lebih dari itu, kehidupan yang belum pernah kita tau seperti apa nantinya. karena bahkan kita tidak tau apakah ikhtiar kita diterima Allah atau tidak.
Meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia.Rindu hanya tinggallah rindu, anakmu kini menanggung beban.
Langganan:
Postingan (Atom)