Maaf mengeluh (lagi)
aku tanya bener-bener
ada urusan apa?
malah dibilang cerewet
aku tanya kenapa kemaren nggak bisa nemenin?
malah pamit, mau tidur katamu
sebenernya kamu yang memang nggak peka atau aku yang terlalu sensitif, sih?
Sederhana saja, aku cuma pengen jadi wanita yang lebih ngertiin kamu kok (dari sebelumnya)
tapi gimana aku bisa lebih pengertian kalau kamu seperti itu terus
mana aku tau apa yang kamu rasa?
kalau begitu, mana aku tau aku harus bersikap bagaimana?
ya udah sana istirahat.. asal jangan lupa, bangun lagi..
Sabtu, 13 Februari 2010
Mengerikan
Tiba-tiba seorang lelaki yang menurutku, kira-kira usianya 30+ meminta mas penjaga me-nyecan sebuah surat nikah..
Bukannya su'udzon, melihat gerak-geriknya aku sudah curiga..
Dugaanku tidak meleset, orang ini juga meminta di editkan..
Spontan mas penjaga langsung menolak.. Dengan alasan, tidak mau berurusan dengan polisi..
Pria itu pergi, tapi sejurus kemudian.. Dia datang lagi.. Kali ini dengan nada memaksa atau mengancam? lebih tepatnya..
Aku kira karena takut mungkin.. Mas penjaga mau juga menerima job ini..
Dengan sejuta tanda tanya bersarang di kepalaku. Aku tinggalkan tempat itu, karena memang urusanku disini juga sudah selesai..
Ah sulit sekali berprasangka baik dengan pria tadi, mungkin nggak ya dia melakukan untuk hal positif?
Aku kembali memutar otak, malah kecurigaanku semakin menjadi-jadi.. Ketika teringat seorang tetangga yang pernah dijanjikan akan dinikahi oleh seorang pria, brengsek kataku..
Orang itu tinggal di rumah si wanita, bisa dibilang mereka kumpul kebo.. Mungkin..
Ternyata pria brengsek tadi meninggalkan si wanita malang.. Bagai di telan bumi, entah kemana pria brengsek tersebut menghilang..
Na'uzubillahimindzalik..
Semoga tidak terjadi lagi kasus seperti itu..
Wallahua'lam, hanya Engkau yang tau apa motivasinya..
Memang benar, islam dalam menjaga hubungan antara perempuan dan laki-laki..
Antara yang bukan muhrim, memang seharusnya ada batasan yang tidak boleh dilanggar..
Aku mbatin, dan berdoa setulus hati..
*) Allah, semoga suamiku nanti bukan dari golongan pria seperti itu.. Amiin
Bukannya su'udzon, melihat gerak-geriknya aku sudah curiga..
Dugaanku tidak meleset, orang ini juga meminta di editkan..
Spontan mas penjaga langsung menolak.. Dengan alasan, tidak mau berurusan dengan polisi..
Pria itu pergi, tapi sejurus kemudian.. Dia datang lagi.. Kali ini dengan nada memaksa atau mengancam? lebih tepatnya..
Aku kira karena takut mungkin.. Mas penjaga mau juga menerima job ini..
Dengan sejuta tanda tanya bersarang di kepalaku. Aku tinggalkan tempat itu, karena memang urusanku disini juga sudah selesai..
Ah sulit sekali berprasangka baik dengan pria tadi, mungkin nggak ya dia melakukan untuk hal positif?
Aku kembali memutar otak, malah kecurigaanku semakin menjadi-jadi.. Ketika teringat seorang tetangga yang pernah dijanjikan akan dinikahi oleh seorang pria, brengsek kataku..
Orang itu tinggal di rumah si wanita, bisa dibilang mereka kumpul kebo.. Mungkin..
Ternyata pria brengsek tadi meninggalkan si wanita malang.. Bagai di telan bumi, entah kemana pria brengsek tersebut menghilang..
Na'uzubillahimindzalik..
Semoga tidak terjadi lagi kasus seperti itu..
Wallahua'lam, hanya Engkau yang tau apa motivasinya..
Memang benar, islam dalam menjaga hubungan antara perempuan dan laki-laki..
Antara yang bukan muhrim, memang seharusnya ada batasan yang tidak boleh dilanggar..
Aku mbatin, dan berdoa setulus hati..
*) Allah, semoga suamiku nanti bukan dari golongan pria seperti itu.. Amiin
Semarang Kemarin
Minggu, 07 Februari 2010
Tentang Apa yang Aku Pikirkan untuk yang Akan Datang
Tidak ada tempat di hati juga di jiwa untuk :
Berpangku Tangan
:
Bersikap seperti kebanyakan orang
:
Takabur
:
Mengeluh
Karena aku harus...bersiap siaga...nanti pasti akan tiba aku di jalan yang...berkelok, terjal, banyak kerikil dan batu besar disana...
Pasti...ini sunatullah...
Maka aku harus siapkan...amunisiku
untuk terus melangkah...melawan arus...bukan mengikutinya...
melawannya...bukan ikut hanyut olehnya...
*) Wanna be : Great Teacher juga Great Mother...
Berpangku Tangan
:
Bersikap seperti kebanyakan orang
:
Takabur
:
Mengeluh
Karena aku harus...bersiap siaga...nanti pasti akan tiba aku di jalan yang...berkelok, terjal, banyak kerikil dan batu besar disana...
Pasti...ini sunatullah...
Maka aku harus siapkan...amunisiku
untuk terus melangkah...melawan arus...bukan mengikutinya...
melawannya...bukan ikut hanyut olehnya...
*) Wanna be : Great Teacher juga Great Mother...
Jumat, 05 Februari 2010
Yang Seperti Ini yang Saya Suka
Kemarin pergi ke KP Bank BPD DIY...
Tujuaannya mau bayar SPP, nah pas masuk itu ada suara gendingan.. Kirain cuma kaset aja, pas nengok ke kanan.. Ada 3 orang laki-laki yang usianya sudah sepuh sedang memainkan gamelan jawa..
Wah jadi pengen lama-lama disini.. tapi baru berapa menit udah tiba giliranku dan artinya saya harus segera meninggalkan bank ini juga setelah urusanku selesai..
Nah gini yang seharusnya kita lakukan, bukan hanya mengaku-ngaku memiliki budaya itu.. Tapi kita juga harus mewujudkan rasa kepemilikan tersebut..
Kalau sudah diaku orang lain, baru deh kita seperti kebakaran jenggot..
Lalu ribut, mati-matian mengaku memilikinya..
Tragis..
Tujuaannya mau bayar SPP, nah pas masuk itu ada suara gendingan.. Kirain cuma kaset aja, pas nengok ke kanan.. Ada 3 orang laki-laki yang usianya sudah sepuh sedang memainkan gamelan jawa..
Wah jadi pengen lama-lama disini.. tapi baru berapa menit udah tiba giliranku dan artinya saya harus segera meninggalkan bank ini juga setelah urusanku selesai..
Nah gini yang seharusnya kita lakukan, bukan hanya mengaku-ngaku memiliki budaya itu.. Tapi kita juga harus mewujudkan rasa kepemilikan tersebut..
Kalau sudah diaku orang lain, baru deh kita seperti kebakaran jenggot..
Lalu ribut, mati-matian mengaku memilikinya..
Tragis..
Rabu, 03 Februari 2010
Long...Long Vacation (Baturraden & DM KAMMI)

Minggu pertama liburan, aku dan teman-teman pergi ke Purwokerto. Menuju tempat wisata yang 'katanya' cukup terkenal dari kota ini. Baturraden, kalau menurutku sih biasa aja. Hihi ya iya wong aku notabennya pernah menjadi penduduk kota yang tidak besar juga tidak kecil ini.
Dulu beberapa kali pernah meluncur kesana.
Tapi dulu aku belum pernah pergi ke atas naek angkot, sekarang untuk menuju kesana aku harus memakai angkot.
Huft, ternyata kita sedang tidak beruntung.
Kita tertipu tukang angkotnya, katanya kalau ke pancuran tujuh dulu kita lebih enak, selain kita tidak membayar tiket masuk kita juga bisa tinggal turun kalau mau ke lokawisata.
Hmm..Ternyata?
Arrgh, udah jalannya jauuuuhh bangeeett..muter-muternya itu bikin mual pula.
Eh..Bayar tiket 15ribu/orang
udah gitu bayar angkotnya 70rb
ya sudahlah tak apa..
keadaan tambah membosankan setelah kita tau kalau pancurannnya itu 'cuma seuceung'
jiaah..Puas di pancuran tujuh, turun deh kita ke bawah..
walah jian, medannya itu naik turun gitu..hihi sepatu sendalku hampir jebol..
Alhamdulillah, setelah berjam-jam kita berjalan..akhirnya kita sampai juga di bawah(lokawisata)
mungkin karena sudah terlalu capek, kita jadi nggak mood
habis sholat Dhuhur kita langsung pulang..
Terus di bawah(daerah bawah kota Purwokerto) kita langsung cari tempat makan..
Bakso pekih ternyata tutup, akhirnya kita makan di Lumpia
*) entah lumpia ini cuma ada di Purwokerto atau aku saja yang nggak tau. Selama aku menjelajahi kota lain. Lumpia jumbo ini cuma aku jumpai di Kota ini
selesai makan...pulang ke beskem (kos Mbak Ivi)
beberapa hari sepulang dari Purwokerto...aku ikut Dauroh Marhalah(DM) yang diselenggarakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI) komisariat UNY.
4 hari berada di Banaran-Galur..
Berasa mondok, setiap aktivitasku sudah di jadwal termasuk ibadah juga sudah di target..
Mulai dari sholat berjamaah, sholat sunah rawatib, sholat dhuha, qiyamul lail, tilawah, al-ma'tsurat.
Hari-hari dilewati dengan tidak nyaman(di DM memang sengaja di seting agar kita merasa tidak nyaman)
hingga aku sebut...hari-hari sulit bagiku..
tidur jam 11pm-3am
mandi dengan air yang menurutku tidak sehat (berasa, bau juga berwarna)
makan dengan lauk yang sangat 'minimalis'
materi demi materi sudah kita terima, tibalah hari terakhir yaitu outbond
waduh..Hasil outbond dari Baturaden belum ilang capeknya..
Dimulai bakda subuh, kita menyusuri pos demi pos
menuju pos kedua aku mendapat peran menjadi si buta..
Dari sini aku sadar aku harus banyak bersyukur, Allah meminjamkan dua mata hingga saya bisa melihat..
Perjalanan hingga pos 3 alhamdulillah lancar..
Ke pos terakhir itu, kita NYASAR..
mana kita pada gak bawa HP..
Bolak-balik kayak setrikaan..
Mau balik ke pos 3 sudah terlalu jauh..
Akhirnya aku beranikan diri meminjam sepeda warga, dan menanyakan arah yang benar ke pos 3..
Ketemu Mbak Rani, dkk.. Katanya arah yang di kasih tau Mbak Septi memang salah..
Haiaah..Di pos terakhir kami jadi bulan-bulanan massa karena kami datang paling akhir, padahal tadinya kami kelompok dua.
di pos terakhir, kami di bagi lagi menjadi dua kelompok..
Kali ini main perang-perangan..
Kami menganggap kelompok lain adalah yahudi, dan kami harus merebut panji islam dari tangan mereka..
Pertama kali, kami masih cengengesan di perang tersebut, gimana bisa? Mereka kawan harus dianggap lawan?
Teretet, kita di marahin gara-gara ketawa-ketiwi..
Yang kedua kalinya, berbekal semangat yang aku punya..aku pun berperang mencoba merebut panji islam..
akhir permainan, kedua kelompok sama kuatnya..tidak ada yang menang dan kalah..
padahal tanganku sudah berdarah kena cakaran teman-teman..
materi terakhir, adalah Aksi.. Simulasi Aksi kami lakukan atas ketidakpuasan kami dengan panitia..
dibentuklah orator, negosiator, logistik, kolap akhwat, kolap ikhwan..
Dan kami menyiapkan senjata kami dari kertas samson dan cat asturo..
*) Dari sini baru saya tau, kalau ternyata jauh sebelum melakukan Aksi. KAMMI Melakukan kajian dan riset dulu lalu sebelum aksi, kitapun harus mempersiapkan rukhiyah.
Masih dua minggu lagi lho liburan, tunggu cerita selanjutnya ya ^ ^
Jumat, 29 Januari 2010
Masih Sekedar Mimpi
Kemarin saya dihadapkan dengan sebuah pertanyaan. Kira-kira bunyinya seperti ini "percayakah saya bahwasannya Allah itu Maha Pemberi Rizki?" ya..saya percaya..
Lalu murabbiku menyuruhku mengambil handpone.disuruhnya pula aku SMS ato Telpon orangtua dan mengabarkan mereka "Saya sudah mandiri...bulan depan saya tidak membutuhkan lagi uang kos, makan, dan kuliah"
Deg...saya langsung diam seribu bahasa...tertunduk...malu...
Mana mungkin saya bisa melakukannya?
Imposible untuk saat ini!
Murabbiku malah bilang "Lho kok malah diem?
Kalian ragu, bahwa Allah itu Ar-Rozaq?
Keyakinan kalian berarti goyah?"
Allah, sungguh lia yakin...tapi lia...ah lia belum sanggup ya Allah...
Seperti jodoh, rejeki memang di tangan Allah...tapi kalau nggak di ambil-ambil ya ditangan Allah terus...
Ya Allah...Maka berilah hamba jalan untuk meraih keduanya...
Terlepas dari suntikan ekonomi keluarga...mimpi seperti itu sih pastinya Lia punya...Tapi memang sampai sekarang, Saya belum mampu merealisasikannya...
Man Jadda Wa Jadda...Saya yakin saya pasti bisa mewujudkan...Atas izin Allah tentunya...Amiin
Lalu murabbiku menyuruhku mengambil handpone.disuruhnya pula aku SMS ato Telpon orangtua dan mengabarkan mereka "Saya sudah mandiri...bulan depan saya tidak membutuhkan lagi uang kos, makan, dan kuliah"
Deg...saya langsung diam seribu bahasa...tertunduk...malu...
Mana mungkin saya bisa melakukannya?
Imposible untuk saat ini!
Murabbiku malah bilang "Lho kok malah diem?
Kalian ragu, bahwa Allah itu Ar-Rozaq?
Keyakinan kalian berarti goyah?"
Allah, sungguh lia yakin...tapi lia...ah lia belum sanggup ya Allah...
Seperti jodoh, rejeki memang di tangan Allah...tapi kalau nggak di ambil-ambil ya ditangan Allah terus...
Ya Allah...Maka berilah hamba jalan untuk meraih keduanya...
Terlepas dari suntikan ekonomi keluarga...mimpi seperti itu sih pastinya Lia punya...Tapi memang sampai sekarang, Saya belum mampu merealisasikannya...
Man Jadda Wa Jadda...Saya yakin saya pasti bisa mewujudkan...Atas izin Allah tentunya...Amiin
Labels:
carut marut perasaanku,
perhaps,
tentang hidup
Kamis, 28 Januari 2010
Menjadi Diriku by edCoustic
Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Dan wajahku memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku.......
Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Ku pun tak sempurna
Tetap ku bangga
Atas apa yang ku punya
Setiap waktu ku nikmati
Anugerah hidup yang ku miliki
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Dan wajahku memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya
Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku.......
Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Ku pun tak sempurna
Tetap ku bangga
Atas apa yang ku punya
Setiap waktu ku nikmati
Anugerah hidup yang ku miliki
Selasa, 19 Januari 2010
Sesekali...Boleh, kan?
boleh kan aku pergi,
lupakan duniawiku...
lupakan segala pekerjaan genap dengan segala kepenatan...
sejenak saja...
sebentar saja...
nanti aku kembali lagi...
*Wishes : Wonosari dan Semarang adalah kota yang akan ku kunjungi setelah Purwokerto...
lupakan duniawiku...
lupakan segala pekerjaan genap dengan segala kepenatan...
sejenak saja...
sebentar saja...
nanti aku kembali lagi...
*Wishes : Wonosari dan Semarang adalah kota yang akan ku kunjungi setelah Purwokerto...
Langganan:
Postingan (Atom)


