Minggu, 22 April 2012

Sanguine This is real, this is me

Why Everybody so Serious ??

ini dia penyebabnya... semoga Allah memudahkan,dan memudahkan langkah selanjutnya...
Juni insya Allah, semoga sudah kelar... :-)Amiin

Selasa, 10 April 2012

Rabu, 18 Januari 2012

Bolehkah Wanita Bekerja?

Memang bekerja adalah kewajiban seorang suami sebagai kepala rumah tangga, tapi Islam juga tidak melarang wanita untuk bekerja. Wanita boleh bekerja, jika memenuhi syarat-syaratnya dan tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh syari’at.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz mengatakan: “Islam tidak melarang wanita untuk bekerja dan bisnis, karena Alloh jalla wa’ala mensyariatkan dan memerintahkan hambanya untuk bekerja dalam firman-Nya:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Alloh, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu“ (QS. At-Taubah:105)

Perintah ini mencakup pria dan wanita. Alloh juga mensyariatkan bisnis kepada semua hambanya, Karenanya seluruh manusia diperintah untuk berbisnis, berikhtiar dan bekerja, baik itu pria maupun wanita, Alloh berfirman (yang artinya):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang tidak benar, akan tetapi hendaklah kalian berdagang atas dasar saling rela diantara kalian” (QS. An-Nisa:29),

Perintah ini berlaku umum, baik pria maupun wanita.

AKAN TETAPI, wajib diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan dan bisnisnya, hendaklah pelaksanaannya bebas dari hal-hal yang menyebabkan masalah dan kemungkaran. Dalam pekerjaan wanita, harusnya tidak ada ikhtilat (campur) dengan pria dan tidak menimbulkan fitnah. Begitu pula dalam bisnisnya harusnya dalam keadaan tidak mendatangkan fitnah, selalu berusaha memakai hijab syar’i, tertutup, dan menjauh dari sumber-sumber fitnah.

Karena itu, jual beli antara mereka bila dipisahkan dengan pria itu boleh, begitu pula dalam pekerjaan mereka. Yang wanita boleh bekerja sebagai dokter, perawat, dan pengajar khusus untuk wanita, yang pria juga boleh bekerja sebagai dokter dan pengajar khusus untuk pria. Adapun bila wanita menjadi dokter atau perawat untuk pria, sebaliknya pria menjadi dokter atau perawat untuk wanita, maka praktek seperti ini tidak dibolehkan oleh syariat, karena adanya fitnah dan kerusakan di dalamnya.

Bolehnya bekerja, harus dengan syarat tidak membahayakan agama dan kehormatan, baik untuk wanita maupun pria. Pekerjaan wanita harus bebas dari hal-hal yang membahayakan agama dan kehormatannya, serta tidak menyebabkan fitnah dan kerusakan moral pada pria. Begitu pula pekerjaan pria harus tidak menyebabkan fitnah dan kerusakan bagi kaum wanita.

Hendaklah kaum pria dan wanita itu masing-masing bekerja dengan cara yang baik, tidak saling membahayakan antara satu dengan yang lainnya, serta tidak membahayakan masyarakatnya.

Kecuali dalam keadaan darurat, jika situasinya mendesak seorang pria boleh mengurusi wanita, misalnya pria boleh mengobati wanita karena tidak adanya wanita yang bisa mengobatinya, begitu pula sebaliknya. Tentunya dengan tetap berusaha menjauhi sumber-sumber fitnah, seperti menyendiri, membuka aurat, dll yang bisa menimbulkan fitnah. Ini merupakan pengecualian (hanya boleh dilakukan jika keadaannya darurat). (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz, jilid 28, hal: 103-109)

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan, jika istri ingin bekerja, diantaranya:

1. Pekerjaannya tidak mengganggu kewajiban utamanya dalam urusan dalam rumah, karena mengurus rumah adalah pekerjaan wajibnya, sedang pekerjaan luarnya bukan kewajiban baginya, dan sesuatu yang wajib tidak boleh dikalahkan oleh sesuatu yang tidak wajib.

2. Harus dengan izin suaminya, karena istri wajib mentaati suaminya.

3. Menerapkan adab-adab islami, seperti: Menjaga pandangan, memakai hijab syar’i, tidak memakai wewangian, tidak melembutkan suaranya kepada pria yang bukan mahrom, dll.

4. Pekerjaannya sesuai dengan tabi’at wanita, seperti: mengajar, dokter, perawat, penulis artikel, buku, dll.

5. Tidak ada ikhtilat di lingkungan kerjanya. Hendaklah ia mencari lingkungan kerja yang khusus wanita, misalnya: Sekolah wanita, perkumpulan wanita, kursus wanita, dll.

6. Hendaklah mencari dulu pekerjaan yang bisa dikerjakan di dalam rumah. Jika tidak ada, baru cari pekerjaan luar rumah yang khusus di kalangan wanita. Jika tidak ada, maka ia tidak boleh cari pekerjaan luar rumah yang campur antara pria dan wanita, kecuali jika keadaannya darurat atau keadaan sangat mendesak sekali, misalnya suami tidak mampu mencukupi kehidupan keluarganya, atau suaminya sakit, dll.

http://smartgeneration.wordpress.com/

Pacitan

akhirnya setelah mengalami perdebatan yang cukup lama diputuskan untuk pergi ke Pacitan, mimpiku untuk pergi ke Malang GAGAL. lalu kapan lagi?
bagaimana dengan rencana k Bandung? ah lagi-lagi juga gagal karena kondisi keuangan yang belum memungkinkan.
ya sudahlah, tidak bisa untuk saat ini semoga bisa di lain waktu :-) smiling

ini salah satu foto di depan Goa Gong

Selasa, 06 Desember 2011

Malabar Malang-Bandung Raya

Malabar itu kereta komersil jurusan Malang-Bandung.

Malang dan Bandung dua tempat yang saat ini bener-bener pengen kesanaaaaaaaa.

Malang, hmm wanna going to that place. with you. someday.
tapi keinginan hanya tinggal keinginan, karena tidak mungkin terwujud dalam waktu sedekat ini.
*kapan2 yah, hanimunnya ke Malang aja ya :-)
mengajukan tempat ini untuk tutup tahun HIMA atau trap akhir tahun bareng temen-temen d3ksA. tinggal nunggu, pengajuan diterima apa tidak

Bandung, insya Allah after final exam semester ini.

Selasa, 29 November 2011

Jangan

Jangan Menyalahkan !

Karena itu Menyakitkan

Selasa, 22 November 2011

Berkat Kekuatan Do'a


Susah dan senang, sehat dan sakit, semuanya dipergilirkan olehNya. Dan sekitar satu minggu yang lalu, giiliranku sedang susah dan sakit pula.
Aku mengalami kecelakaan, yang membuat kepalaku terbentur aspal. Pas hari minggunya rasanya bener-bener ga karuan. Pusing, mual, muntah.
Ya ampuun tanda-tandanya seperti orang yang gegar otak. Rasanya takut banget kalo aku bener-bener terkena penyakit seperti itu ya Allah. Hasil rontgen belum bisa dibaca karena dokternya nggak ada. masih harus menunggu Senin.
Dari kasus yang sudah-sudah, biasanya orang yang jatuh dan kepalanya terbentur kan terjadi gumpalan darah atau berakibat terputusnya salah satu syaraf yang terhubung ke otak. Aku sangat sagat sangat sangat sangat takut.
Dan hari seninnya? Bener-bener keajaiban banget buat aku. Tak ada keluhan apapun. Rasanya seperti bangun tidur biasanya, bedanya cuma ada selang infus dan selang oksigen yang terpasang ditubuhku. Lahaulawaquwataillabillah, dan dari hasil rontgen dokter-pun mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa insya Allah, tulang luar kepala benjol sedikit. Ya Allah terimakasih sudah memberi kekuatan itu.
Senin sorenya aku meminta pulang saja, karena dirumah sakit juga cuma tidur dan makan. Dengan sedikit memaksa, walaupun dokter belum membolehkan.
Terimakasih untuk malaikat-malaikat yang sudah merawatku, menjengungku dan utamanya mendo’akanku. Berkat kekuatan doa dari mereka semua akhirnya sembuh insya Allah. Dan semoga tidak terjadi apa-apa di kemudian hari. Amiin 
Cerita belum selesai, karena akupun masih harus mengurus motor di kepolisian dan memperbaiki motor yang rusak.
Waktu itu perjanjian antara orangtuaku dan orang yang nabrak aku, dia yang ngurus motor dan 50% biaya rumah sakit ditanggung olehnya. Tapi tapi tapi kok hari berikutnya orangnya malah seperti tidak mau, padahal sudah tidak ada orang tua atau siapapun yang bisa ngebantu. Ya secara, aku dan teman- teman masih kecil, kalo harus beradu argumen dengan orang dewasa pasti kalah.
Alhamdulillah ada malaikat yang dikirimkanNya lagi, bapak polisi tetangga sebelahlah yang memintakan pertanggungjawaban dari orang itu dan mengurusnya. Malah Pak Yuli mau ngurusin Jasa Raharjaku, kalau benar-benar turun berarti aku bisa mengembalikan uang ornagtua yang digunakan untuk berobat. Dan biaya kerusakan motor bisa di ambil dari uang yang pengganti biaya berobat dari si penabrak tadi.
Alhamdulillah lagi ada Imam dan Kang Jilan yang membantu membengkelkan dan mencari sparepart yang rusak.
Subhanallah banyak sekali kemudahan di tengah-tengah kesusahan yang ada.
Dan ada perhatian, cinta, kasihsayang dan do’a yang tulus dari orang-orang tedekatku.
Semoga tidak terjadi apa-apa dikemudian harinya. Amiin <3

Sabtu, 12 November 2011

Rejeki

aku percaya, bahwa rejeki itu ada porsinya masing-masing. seperti yang telah dikatakan dalam Al Qur'an Allah akan melapangkan rejeki orang yang Dia kehendaki dan Dia juga yang akan menyempitkan rejeki bagi orang yang Dia kehendaki pula.

begitulah rejeki, ada porsinya. tapi tak akan semata-mata datang kepadamu tanpa usahamu. perlu usaha untuk mengambilnya dari tangan-Nya. dan usaha tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. ada peluh keringat yang harus dikeluarkan dan ada lantunan do'a yang harus kau lafalkan. itu ikhtiarmu. memeras keringat kemudian merapal do'a, begitu seterusnya. agar rizkimu barokah.

aku termasuk orang yang sedikit ceroboh, sudah berapa kali aku tidak menjaga dengan baik harta bendaku. dari hp, cincin, helm, headset, dompet, dsb nya yang pernah aku hilangkan. tapi entahlah, ndilalahnya ya mbalik lagi. baik aku temukan sendiri maupun dikembalikan orang lain.

yang baru saja kemarin misalnya, sehabis ngisi bensin di pom bensin dan ngambil uang di tas, reseleting tasku nggak sepenuhnya ketutup, mungkin karena kena angin terus kebuka. dan semua barang-barangnya jatuh. eh ya ndilalahnya pas diperempatan jatuhnya, ga pas lagi jalan. ndilalahnya lagi ada bapak-bapak baik hati yang ngasih tau kalau semua barang-barangku dari mulai buku, dompet dan tetek bengek lainnya jatuh. coba jatuhnya nggak pas di traffic light, mungkin tidak akan ada orang yang akan memeberi tahu.

kemarin habis upacara peringatan hari sumpah pemuda dikampus pusat aku taruh helm di motor temen dan lupa tidak mengambilnya pasca kuliah. temenku nggak tau itu helmku, jadi asal aja ditaruh di kursi. alhamdulillah nggak ada yang ngambil, dan disimpenin sama ibu kantin. sudah 2 kali, yang pertama diperpustakaan.
dan cerita lain yang tidak bisa aku certiakan satu per satu.

aku sih bukannya kepedean kalo barang-barang yang aku miliki itu sudah barokah, sudah atau belum itu Wallahua'lam hanya Allah yang tau, tapi tapi tapi insya Allah kalau Rizki itu didapat dengan halal itu akan semakin dekat dengan barokah.

jadi, aku percaya kalau memang aku itu rejeki buat kamu. ya Insya Allah, nggak akan kemana-mana. :-)